DPRD Tunggu Pengajuan Refocusing Pemerintah Kota Balikpapan

oleh -202 views
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid.

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid mengatakan Panitia khusus (Pansus) di DPRD sudah selesai, dan baru akan dibentuk di tahun 2021 ini.

Terkait anggaran refocusing, Syukri Wahid memaparkan, ketika ada refocusing domainnya badan anggaran dan jika menunggu APBD perubahan masih terlalu lama, tetapi kalau mau refocusing atau pendahuluan silakan, tetapi jika ada refocusing di tengah jalan tidak salah, mengingat sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) nilainya sangat besar.

“Meski menjelang pergantian kepala daerah, masih bisa selama belum habis masa jabatannya,” ucap Syukri Wahid saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan.

Untuk bulan Januari- Agustus 2021 jika memang tidak dianggarkan di APDB murni, segera ajukan refocusing, karena pihaknya mendengar ada anggaran Rp 50 miliar, namun belum tau apakah DPRD sudah menerima atau belum.

Sementara untuk arahan DPRD terkait anggaran recofusing dijelaskannya, ia akan melihat program apa yang paling mendesak di tengah pandemi covid-19. Seperti program kemuliaan atau program preventif, pendampingan vaksi hingga promosi vaksin.

“Pada prinsipnya, ketika memang dianggarkan di recofusing, saya yakin Banggar bisa menyetujui,” imbuhnya.

Karena, lanjut Syukri, kalau sudah melewati mekanisme perubahan tidak ada lagi perubahan setelahnya. Jika diajukan, anggaran refocusing itu nantinya akan masuk dalam salinan pembahasan perubahan yang dinamakan persetujuan pendahuluan anggaran. “Pokoknya sampai perubahan belum diketuk,” ujarnya.

Apalagi Silpa tahun 2020 dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) wali kota Balikpapan sangat besar, artinya dana itu bisa diambil untuk tambahan program tahun 2021. Dan dalam sejarah, ini paling besar mencapai Rp 679,57 miliar. Kelebihan anggaran itu dapat digunakan untuk program yang paling mendesak, baik pasca pandemi Covid-19 atau perbaikan pertumbuhan ekonomi.

“Apakah plannya program pemulihan, program preventifnya atau pendampingan vaksinnya,” katanya. #

Wartawan: Thina