Dua Politisi Perempuan ini Beda Pendapat Soal Hukuman Kebiri

oleh -475 views
Yenny Evialiani (Kiri) dan Damayanti (Kanan).

BERITAKALTIM.CO- Setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah nomor 70 tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan tak terkecuali dengan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim.

Yenni Eviliana mengatakan kurang setuju dengan hukuman kebiri namun lebih setuju hukuman penjara dengan vonis di atas 20 tahun bahkan seumur hidup.

“Kurang setuju ya, apakah tidak ada hukuman lain, ya seperti hukuman penjara yang berdurasi lama bahkan seumur hidup,” ungkap Yenni saat ditemui disalah satu hotel di Kota Balikpapan, Sabtu (16/1/2021).

Anggota Fraksi PKB tersebut menguraikan apabila hukuman kebiri yang diterapkan maka pelaku pelecehan seksual tersebut mendaptkan lebih dari efek jera namun tidak ada lagi yang bisa berbuat banyak.

“Kasian karena tidak bisa lagi berbuat apa-apa.  Tapi dalam konteks memberikan efek jera saya setuju,” paparnya.

Dikesempatan yang sama anggota DPRD Kota Samarinda, Damayanti mengutarakan sangat setuju dengan hukuman kebiri bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Inikan bentuk kehadiran negara dalam melindungi generasi bangsa dari para predator. Oleh karena itu saya sangat setuju. Kalau hanya dipenjara bisa saja setelah keluar dia melakukan hal yang sama,” ungkap anggota komisi IV DPRD Kota Samarinda dari fraksi PKB tersebut. #

Wartawan: Heriman