Dugaan Tambang Ilegal di Samarinda, Mahasiswa Demo

oleh -20 Dilihat
Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharu(JAMPER) Kaltim menggelar aksi didepan Mapolresta Samarinda Jalan Slamet Riyadi, Senin(14/12/2020).

BERITAKALTIM.CO- Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharu (JAMPER) Kaltim menggelar aksi di depan Mapolresta Samarinda Jalan Slamet Riyadi, Senin(14/12/2020). Aksi ini terkait dugaan tambang ilegal di daerah Sei Siring yang berdekatan dengan Bandara APT. Pranoto dan di Wilayah Kecamatan Sambutan, Kelurahan Makroman.

Aksi ini sempat mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas di depan Mapolresta Samarinda saat mahasiswa membakar ban bekas yang mengakibatkan kepulan asap tebal.

Dalam kesempatan ini, Korlap aksi sekaligus Ketua JAMPER Kaltim Ahmad Husaini mengatakan rasa kekecewaannya karena buntut aksi mereka ini berawal dari laporan tersurat mereka beberapa bulan lalu yang belum ditindaklanjuti pihak Polresta Samarinda.

“Kami ingin meminta dengan tegas Kapolres Samarinda untuk menindaklanjuti laporan kami. Turun melakukan sidak bersama kami, agar kedepan tidak ada lagi didepan mata kita terjadi penambangan secara illegal yang jelas membuat kita semua merasakan dampaknya serta merugikan berbagai pihak,terutama kerusakan lingkungan,” ungkapnya.

Setelah bergantian melakukan orasinya selama satu jam, pihak JAMPER membubarkan diri secara tertib. Namun, Ahmad berujar pihaknya telah mengantongi nama dugaan siapa di balik tambang ilegal di Sei Siring dan Kecamatan Sambutan tersebut. Ia akan membawa persoalan ini ke POLDA Kaltim, karena tak satupun pihak Polresta Samarinda yang datang menerima aspirasi aksi yang Ia dan kawan-kawannya sampaikan.

“Memang Kami sedikit terkendala ketika ingin menyebutkan siapa dan perusahaan apa yang diduga menambang ilegal disitu. Tapi Kami sudah mengantongi siapa dibaliknya dan perusaahan itu memang perusahaan yang resmi tetapi diduga hanya memiliki izin trading tapi tidak memiliki izin eksploitasi atau menambang. Nanti Kita akan cek ke Badan Pertanahan, itu tanah milik siapa. Lalu aksi ke POLDA Kaltim.” pungkasnya. #

Wartawan : Ahmadi

No More Posts Available.

No more pages to load.