FAM Menyoroti Proyek Crossing Drainase Jalan DI Panjaitan Samarinda

oleh -534 views
Aktifis FAM menemui aparat kejaksaan di Kejari Samarinda.

BERITAKALTIM.CO- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Front Aksi Mahasiswa (FAM) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan hearing dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Samarinda.

Dalam hearing tersebut FAM menyoroti terkait proyek Crossing Drainase dalam rangka penanggulangan banjir di wilayah simpang 4 Jalan DI. Panjaitan, Kota Samarinda.

Perwakilan FAM, Kasdiansyah menyampaikan bahwa proyek penanggulangan banjir tersebut memakai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda senilai Rp5 Milyar.

“Pada saat kami meninjau di lokasi khususnya di jalan DI. Panjaitan, kami melihat bahwa ada besi yang menonjol di atas permukaan jalan yang diduga hasil pekerjaan proyek ditahun 2019 yang memakai APBD senilai 5 Miliyar,” ungkap Kasdiansya, Kamis (1/4/2021).

Pasalnya pengerjaan proyek tersebut masih adanya besi yang menancap di badan jalan yang berlokasi di jalan DI. Pandjaitan dan hal tersebut dinilai selain mengganggu aktivitas transportasi juga perencanaan yang tidak memperhatikan aspek kehati-hatian.

“Kami menduga sebelum proyek tersebut dilelang Tim perencana Pekerjaan Umum (PU) tidak mengedepankan asas kehati-hatian sehingga proyek tersebut tidak tepat sasaran dan ada fasilitas negara yang tidak maksimal untuk digunakan,” bebernya.

Kedatangan FAM juga menyampaikan empat (4) poin untuk kejari antara lain meminta Kejari Samarinda memanggil dan memeriksa tim perencanaan proyek Crossing Drainase di Jalan DI Panjaitan dan PM. Noor.

Meminta Kejari Samarinda memanggil dan periksa KPA, PPK dan PPTK yang diduga lalai dalam pengawasan pekerjaan proyek Crossing Drainase yang menghabiskan APBD Kota Samarinda sebesar 5 Miliyar.

Meminta Kejari Samarinda memanggil dan memeriksa kontraktor proyek yang diduga mengerjakan proyek secara asal-asalan sehingga fasilitas jalan tidak bisa digunakan secara maksimal serta meminta Kejari Samarinda memanggil kontraktor pengawas proyek yang diduga tidak melakukan pengawasan secara benar.

“Dalam hearing tadi pihak kejari lebih pada menjelaskan terkait proyek tersebut. Kami nilai Kejari Kota Samarinda melalui Kasi Intelnya tidak pro aktif pada laporan masyarakat dan mahasiswa. Mereka itu kan penegak hukum bukan pelaksana proyek,” sesal Kasdin.

Sementara ditemui di tempat yang sama ketua FAM, Nazar menegaskan akan melakukan hearing ke Kejaksaan Tinggi Kaltim sehingga ada transparansi dalam penanganan kasus tersebut.

“Minggu depan kami akan ke Kejati. Maksud saya adalah penegak hukum ya penegak hukum jangan menjelaskan ke kami seolah-olah mereka yang mengerjakan proyek itu, jelas kok ada besi ditengah jalan itu,” tegas Nazar. #

Wartawan: Heriman