FGD Perkembangan Penulisan Project Operational Manual FCPF CF

oleh -184 views

BERITAKALTIM.CO – BAPPEDA Provinsi Kalimantan Timur menghadiri secara virtual kegiatan FGD Perkembangan Penulisan Project Operational Manual Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF CF). Pertemuan virtual yang membahas beragam hal penting itu, dilaksanakan pada Rabu (15/9/2021).

Komitmen Provinsi Kalimantan Timur khususnya terkait implementasi REDD+ secara penuh (Result Based Payment) melalui program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF – CF) berada pada tahap finalisasi dokumen Emission Reduction Project Document (ERPD).

Dalam rangka memenuhi kelengkapan dokumen ERPD FCPF-CF Kalimantan Timur, diperlukan finalisasi dokumen SESA (Social and Environmental Strategic Assessment)  dan  ESMF (Environmental and Social Management Framework),  serta  FGRM (Feedback, Grievance Redress Mechanism). Dokumen ini dipergunakan untuk memastikan bahwa disain program yang dituangkan dalam dokumen ERPD FCPF-CF tidak memberikan dampak negatif terhadap aspek sosial dan lingkungan. Kondisi yang haruys terus dijaga agar imbas negatifnya tak dirasakan oleh masyarakat.

Konsultasi Publik ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim melalui Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim dalam kerangka kegiatan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan ini sekaligus menjadi komitmen Provinsi Kalimantan Timur untuk mendorong perencanan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan sebagaimana dalam visi dan misi RPJMD 2018 – 2023 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Hadir sebagai peserta konsultasi publik adalah Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan OPD Provinsi Kalimantan Timur, Perwakilan Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Balai PPI dan Karhutla Wilayah Kalimantan, perwakilan UPT Kementerian LHK di Provinsi Kalimantan Timur, Akademisi (Universitas Mulawarman), perwakilan NGO/ LSM, tim World Bank Indonesia, tim Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, serta tim konsultan yang mendapat tugas untuk menyiapkan dokumen SESA, ESMF dan FGRM. (adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.