Gak Bayar Air Bersih 25 Bulan, Meteran Disegel Perumda Tirta Kencana Samarinda

oleh -455 views
Roy Hendrayanto, Kuasa Hukum Perumda Tirta Kencana Samarinda.

BERITAKALTIM.CO- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda mengambil tindakan tegas terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran air. Tindakan tegas tersebut menyasar pelanggan yang tidak membayar antara 25 hingga 30 bulan.

Kuasa Hukum Perumda Tirta Kencana, Roy Hendrayanto menjelaskan penindakan terhadap pelanggan Perumdam Tirta Kencana Samarinda yang menunggak di atas 25 bulan. Tindakan itu berupa penyegelan dan ada beberapa pula yang terpaksa putus sambungan air bersihnya.

“Tadi ada juga satu indikasi pelanggaran pidana pencurian air bersih. Saya akan berkoordinasi dengan jajaran direksi untuk langkah selanjutnya,” ungkap Roy saat diwancarai oleh awak media, Senin (5/4/2021)

Sebagai informasi, penindakan ini adalah program dari Wali Kota Samarinda selaku KPM (Kuasa Pemilik Modal). Sejak awal bulan Maret pihaknya telah melakukan penindakan di wilayah 2, 3 dan 4.

Sementara untuk total tunggakan yang berhasil masuk ke kas Perumdam Tirta Kencana berkisar antara Rp 500 juta sampai dengan Rp 1 Miliar.

“Ada yang kita putus baru mau menyelesaikan tunggakan. Artinya beberapa pelanggan memang harus kita sentil sedikit lah untuk syok terapi. Kami harap semua pelanggan bisa patuh untuk membayar biaya bulanan, karena pengolahan air bersih ini juga menggunakan biaya APBD, Jadi ada yang harus kami bayar ke pemerintah,” bebernya.

Pelanggan yang telah dilakukan penyegelan, pihaknya meminta untuk menyelesaikan segala urusan administrasi. Jika sudah selesai maka akan pihaknya buka kembali dengan aturan baru.

“Kami tidak main-main sekarang karena tingkat kebocoran air di Samarinda sangat tinggi. Mungkin salah satu faktornya adalah adanya pelanggan yang kurang menyadari bahwa mereka punya kewajiban untuk membayar air bersih. Jadi inilah tindakan nyata kami saat ini,” papar Roy.

Sementara untuk pelanggan yang menunggap di bawah 25 bulan, pihaknya akan mencoba melakukan tindakan persuasif salah satunya dengan menyurati walaupun dibulan puasa pihaknya akaj tetap berkerja.

“Kami akan memanggil pelanggan yang menunggak selama 3 bulan sampai dengan 25 bulan. Kalau mereka tidak kooperatif, maka terpaksa kami akan melakukan tindakan yang sama. Karena di kontrak sudah tercantum bahwa 3 bulan tidak membayar, maka kami wajib untuk melakukan penyegelan. Lebih dari tiga bulan maka kami wajib untuk melakukan pemutusan,” tuturnya.

Hingga saat ini total tunggakan yang mengalami kemacetan setelah diaudit sekitar Rp53 Milyar dan sekitar satu tahun terakhir telah tertagih sekitar Rp 4 Milyar.

“Itu sebuah prestasi bagi kami dan akan kami kembangkan lagi kedepannya,” timpalnya. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.