Galangan Kapal Meledak, 2 Mayat Terapung di Sungai Mahakam

oleh -531 views
Saat terjadi kebakaran dan ledakan di galangan kapal di Pulau Atas.

BERITAKALTIM.CO- Insiden ledakan galangan kapal di Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, belum terjawab apa menjadi penyebabnya. Namun pasca kejadian yang membuat panik para pekerja perusahaan PT Barokah Galangan Perkasa, ditemukan dua mayat mengapung di Sungai Mahakam.

Penemuan dua mayat laki-laki ini oleh Tim Basarnas Kaltim yang sedang melaksanakan tugas mencari orang hilang tenggelam bernama Marwan. Namun setelah dicek, pihak keluarga Marwan memastikan dua jasad itu bukan keluarga mereka.

“Sekarang kedua mayat sudah disimpan di kamar mayat rumah sakit abdul wahab syaharanie sambil menunggu ada laporan warga yang keluarganya hilang,” ujar Melkianus Kotta, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Balikpapan melalui Kasi Ops dan Siaga Octavianto, dalam rilis, Jumat (12/2/2021).

Saat ditemukan tim Basarnas, kedua mayat dalam kondisi tidak utuh. Ada bagian tubuh dan wajah yang hilang membuat tidak dikenali. Bekerjasama dengan pihak kepolisian, masih diselidiki apakah kedua jasad itu berhubungan dengan insiden meledaknya galangan kapal di Pulau Atas.

Mayat pertama ditemukan sekitar pukul 11.45 WITA di Perairan Anggana, sebelah Ilir dari lokasi kejadian galangan terbakar dan meledak. Kawasan perairan itu sudah masuk administratif Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sementara jasad mayat kedua ditemukan pukul 18:15 Wita di perairan Sungai Mahakam depan Masjid Islamic Center Jalan Slamet Riyadi Samarinda. Jarak antara tempat ditemukannya mayat dengan lokasi kejadian galangan terbakar sekitar 2 kilometer ke arah hulu.

Apakah ada hubungan penemuan dua jasad dengan insiden ledakan dan kebakaran di galangan kapal, Kamis (11/2/2021), belum ada keterangan resmi. Namun informasi dari pihak perusahaan menyebutkan, tidak ada pekerja mereka yang hilang setelah kasus ledakan tersebut.

Kejadian ledakan itu jam 14:40 Wita, tepatnya di OB Gemilang Perkasa Energi yang berada di galangan itu. Saksi menyebut terjadi ledakan pada tangki depan yang belum diketahui penyebabnya.

Di tempat tersebut saat itu ada 4 personil, yakni Elyas (Bas Master), Ilham (Oiler), seorang KKM, dan seorang Chief TB Pesut Pendingin). Keempatnya keluar untuk mengetahui asal ledakan. Saat itulah mereka melihat api sudah membesar.

Ketika api semakin membesar, keempat berusaha menyelematkan diri dengan melompat mencebur ke sungai. Keempatnya diketahui selamat. Sekitar jam 17.00 Wita api berhasil dipadamkan. #

Wartawan: Charle