Galangan Kapal Meledak, “Barokah” tak Mengakui 3 Mayat Mengapung Karyawannya

oleh -263 views
Saat jasad Tumiran Nurcholis (57), dievakuasi oleh Tim Basarnas Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Insiden meledak dan terbakarnya galangan kapal ‘Barokah’ milik PT Barokah Perkasa, Kamis (11/2/2021), dipastikan menelan 3 korban jiwa. Ketiganya ditemukan sudah menjadi mayat di Sungai Mahakam, namun pihak perusahaan tak mengakui mayat-mayat itu karyawannya.

Agus Amri selaku Kuasa Hukum PT Barokah Perkasa mengatakan, ketiga orang yang ditemukan meninggal dunia itu bukan karyawan perusahaan kliennya. Dari konfirmasi perusahaan kepada sub kontraktor, diketahui ketiga bekerja pada CV Bahtera Marine. Perusahaan terakhir ini adalah salah satu kontraktor perusahaan Barokah Grup.

Tiga jasad yang ditemukan itu, masing-masing Suwardi (37) beralamat di Jalan Sidomulyo, RT 006, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Suwardi ditemukan hari Jumat (12/2/2021) Pukul 10:00 Wita.

Kemudian korban kedua atas nama Gunawi (55), alamat Jalan Pasundan 2, Gang 15, RT 08, Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Samarinda Ilir, juga ditemukan Jumat, (12/2/2021) Pukul 18:00 Wita. Terakhir adalah Tumiran Nurcholis (57), beralamat di Jalan Masaji, RT 2, Gang Klorofil, Keluraha Sendang Sari, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.

“Ketiganya bukan karyawan Barokah. Mereka pekerja dari kontraktor. Tapi, sebagai rasa peduli, kami membantu memberikan santuan kepada keluarga korban,” ujar Agus Amir, Kuasa Hukum Barokah Grup.

Sementara itu, keterangan dari Mapolresta Samarinda menyebutkan, polisi masih menyelidiki kasus meledaknya galangan kapal tersebut. Berbagai spekulasi bermunculan, diantaranya adalah ledakan berasal dari tanki berisi bahan bakar sehingga mengakibatkan ledakan dahsyat. #

Wartawan: Charle