GP Ansor Kaltim Tolak Ceramah Provokasi dengan Simbol Agama

oleh -154 views
Jumpa pers DPW GP Ansor Kaltim dipimpin ketuanya Fajrin Alfaroby, menyikapi situasi nasional dan lokal yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

BERITAKALTIM.CO- Pengurus DPW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Timur menggelar kegiatan Konsolidasi Harian di depan para awak media bertempat di Restauran Lipan Hill Jalan Ciptomangunkusumo, Samarinda Seberang, Sabtu (21/11/2020).

Ketua DPW GP Ansor, Fajrin Alfarobi mengatakan pernyataan sikap ini bentuk dukungan GP Ansor Kaltim terhadap kebijakan pemerintah pusat maupun di daerah terhadap kondisi Nasional maupun lokal. Utamanya kebijakan itu terkait penanggulangan penyebaran virus Covid – 19 dan pelaksanaan Pilkada serentak.

“Kami menolak segala bentuk tindakan kelompok masyarakat yang ingin membuat kegaduhan dan intoleransi. Seluruh komponen bangsa harus bangkit bersama tanpa saling menyalahkan yang bisa mengarah pada perpecahan anak bangsa,” ungkapnya.

Terkait persoalan Pemilu, pria yang akrab disapa Robi ini menambahkan, penyelenggaraan Pemilu harus berjalan dengan lancar. Ia berharap seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menciptakan kedamaian. Selain itu, Ia pun tak lupa mengimbau kepada penyelenggara pemilu dan masyarakat untuk tetap menjalani kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara konsisten.

Berikut Pernyataan Sikap DPW GP Ansor Kaltim :

– Negara Kesatuan Republik Indonesia { NKRI ) merupakan bagian dari Misaqon Gholidzon atau kesepakatan agung para pendiri bangsa multi etnis dan agama, yang wajib dipertahankan.

– Kedua, menolak dengan tegas segala ajakan dän provokasi dalam bentuk ceramah – ceramah keagamaan yang berisikan caci maki dan dengan nyata-nyata melawan negara serta pemerintahan yang sah secara konstitusi, dengan mengatasnamakan apapun termasuk menggunakan simbol-simbol agama.

– mendukung langkah tegas TNI-Polri untuk menindak kelompok dan atau organisasi yang bisa memicu kegaduhan, kerusuhan dan pemecahbelah kesatuan dan persatuan, yang dapat merongrong kewibawaan negara dan masa depan bangsa.

– bersama seluruh masyarakat Kalimantan Timur menjaga daerah agar tetap kondusif dan menegakkan protokol kesehatan.

– Meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara sinergi untuk bersikap tegas dalam memberikan sanksi terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melanggar protokol kesehatan tanpa pandang bulu.

– Meminta kepada penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu), sejak awal tahapan hingga masa pencobilosan 9/12/2020 mendatang, dengan tegas dan ketat menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 yang dapat memicu kluster baru.

– Sebagai penjaga marwah atas nilai-nilai demokrasi, meminta KPU dan Bawashu wajib berlaku adil -fair play- terhadap daerah-daerah calon tunggal dengan memberikan kesempatan kepada kotak kosong untuk sosialisasi sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan aspirasi publik.

– Memberikan dukungan penuh kepada Bawaslu untuk menangkap, menindak dan memberikan sanksi tegas kepada pasangan calon peserta Pilkada yang terbukti melakukan money politic.

– Melarang dengan keras kepada kader Ansor-Banser se Kalimantan Timur untuk menggunakan Uniform/Atribut Organisasi dalam mengawal dan atau menjaga markas/posko pasangan calon peserta pilkada, sebagai bentuk ketaatan terhadap PD/PRT dan Peraturan Organisasi.

– Memberikan keleluasaan kepada kader Ansor-Banser se Kalimantan Timur untuk menggunakan hak politik individu dalam menyalurkan aspirasi, dukungan dan suara kepada pasangan calon peserta Pilkada di 9 Desember 2020 mendatang. #

Wartawan : Ahmadi