Habis Memaki Polisi, Dua Orang Ini Mendatangi Mapolres untuk Minta Maaf

oleh -761 views
Screenshoot video yang viral di Sukabumi.

BERITAKALTIM.CO- Kasus video viral seorang wanita dan pria memaki-maki petugas di pos penyekatan Benda, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ternyata bernama Hesti dan H. Raminto. Menurut Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif, keduanya sudah datang dan meminta maaf.

Permintaan maaf disampaikan Minggu (15/5/2021). Warga Bekasi Selatan itu datang langung ke Mapolres Sukabumi. Polisi menerima permintaan maaf tersebut, namun perbuatan yang dilakukan kedua warga tersebut dianggap melawan hukum.

“Iya, hari ini kedatangan ibu Hesti dan H. Raminto. Secara sukarela ke kantor Satreskrim Polres Sukabumi atas kejadian berita viral ibu-ibu memaki petugas kepolisian di pos penyekatan Cicurug,” kata Kapolres.

Peristiwanya terjadi Sabtu tanggal 15 Mei 2021 pukul 10.00 WIB. Dalam video yang ramai beredar di media sosial, penumpang mobil Honda Mobilio itu tak terima lantaran diminta putar balik oleh petugas.

Awal video, penumpang pria yang duduk di kursi depan mobil terlihat emosi. Pria berkacamata itu lalu hendak memukul ponsel petugas.

Padahal, petugas berkata secara pelan, bilang bahwa ia sudah benar sesuai aturan pemerintah.

“Saya udah benar pak, saya udah benar pak, sesuai pemerintah aturannya,” kata petugas.

Setelah itu, perempuan yang duduk di jok belakang juga ikut memaki petugas. Ia mengaku memiliki keluarga polisi dan berkata kasar.

“Saya juga keluarga polisi, heh anj**g lho ya,” ujarnya.

Pihak kepolisian menjelaskan, penumpang mobil itu tak terima akan aturan pemerintah tentang kendaraan yang harus diputarbalikkan. Anggota kepolisian sudah menjelaskan kepada pengendara, namun tiba-tiba penumpang mobil itu mengeluarkan ponsel.

Menyaksikan emosional itu, dengan sigap petugas pun ikut mengeluarkan ponselnya. Namun, penumpang yang emosi itu justru malah akan merebut ponsel milik petugas. Kemudian meluncurlah kata-kata kasar.

Mobil dengan nomor polisi Jakarta itu diketahui akan masuk ke jalan tikus. Namun jalan-jalan tikus juga sudah dijaga oleh polisi.

Menurut Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif, dia mengapresiasi anggotanya yang sedang melaksanakan tugas. Meski dimaki-maki, tetapi tetap tidak marah.

“Saya Kapolres Sukabumi memberikan apresiasi kepada anggota saya yang melaksanakan tugas dengan baik dan menyayangkan kejadian tersebut, disinilah kita diuji kesabaran sebagai anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas, dan disinilah kita lihat kesadaran masyarakat dalam mematuhi anjuran pemerintah,” ujarnya.

Terhadap kedua orang yang melawan petugas itu, Kapolres mengatakan apa yang telah dilakukan ibu Hesti tersebut sudah masuk dalam unsur melawan hukum, yaitu undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, pasal 216 KUHP tentang tidak menuruti perintah yang dilakukan menurut undang-undang. Ketiga, pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

Sementara petugas kepolisian yang dimaki-maki, Briptu Febio Marcelino, telah pulah menyampaikan menerima permintaan maaf atas kejadian tersebut. #

Wartawan: le