Ke DPRD Pakai Kursi Roda, Awang Faroek Terisak Bicara Otsus

oleh -1.329 views

awang faroek dipapahSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim ke-58 di DPRD Kaltim dihadiri langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (9/1) pagi.

Kendati kondisi orang nomor 1 di Kaltim tersebut masih belum sembuh betul dari sakitnya, namun dia tetap hadir dengan kursi rodanya. Seperti diketahui sejak beberapa bulan ini Awang Faroek Ishak harus menjalani terapi, proses penyembuhan akibat penyakit stroke ringan yang menyerangnya.

Awang turut memberikan sambutan di acara yang dihadiri mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Bupati dan Walikota se-Kaltim, kepala-kepala SKPD lingkup Kaltim dan undangan lainnya. Sambutan Awang hanya sebentar, kemudian dilanjutkan oleh Wakilnya Mukmin Faisyal.

“Saya minta maaf, karena kondisi saya yang belum fit, maka sambutan selanjutnya akan dibacakan pak Wagub (Mukmin, red),” kata Awang.

Sejak tiga bulan terakhir, kondisi kesehatan Awang terus belum membaik. Hampir seluruh kegiatan, kebijakan dan beberapa ruang lingkup kewenangan Gubernur dihandle oleh Wagub. Awang sempat masuk RSUD AW Sjahranie Samarinda selama sepekan, dan kemudian dirujuk ke RSAPD di Jakarta. Dan akhirnya kembali ke Samarinda, namun menjalani terapi oleh tim medis untuk tahap penyembuhan.

Acara Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kaltim itu dimanfaatkan Gubernur untuk menyampaikan perjuangan Otonomi Khusus (Otsus) untuk Kaltim. Bahkan dia terdengar terisak ketika menyampaikan bagaimana kondisi ketidakadilan yang didapatkan Kaltim oleh Pusat, padahal provinsi ini adalah salah satu daerah penghasil yang memberikan kontribusi besar kepada negara terutama pada sektor minyak dan gas (migas) -nya.

“Saya minta maaf sampai terisak, karena saya terbawa emosional ketika melihat dan merasakan ketidakadilan yang diderita Kaltim. Makanya jalannya yang kita perjuangkan adalah Otsus itu,” kata Awang sambil mengusap linangan air matanya dengan kertas tisu.

Mendengar orang nomor di Kaltim itu terisak, sertamerta para undangan menyambutnya dengan teriakan “merdeka” dan tepuk tangan meriah. Teriakan paling keras disuarakan pengusaha pemilik Hotel Bumi Senyiur Samarinda Jos Soetomo. “Merdeka, merdeka, merdeka!” teriak Jos dengan lantang dan disambut yel “merdeka” juga oleh para undangan.

Awang pun, langsung membeberkan alasan-alasan mengapa Kaltim sangat menginginkan Otsus seperti halnya yang didapatkan Provinsi Aceh dan Papua. “Saya terima kasih kepada semua rakyat Kaltim karena dukungannya. Yang jelas Otsus ini harus kita dapatkan,” tandasnya.

Tak cukup menyampaikan alasan-alasannya mengapa Kaltim harus berpredikat Otonomi Khusus (Otsus),Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pun menyatakan siap hadir dan memimpin langsung perjuangan Otsus itu ketika nantinya DPR-RI bersidang di Senayan Jakarta. Dia mewanti-wanti, dalam perjuangan Otsus itu tak ada organisasi apapun tapi langsung dipimpin oleh Gubernur.

“Saya yang akan hadir langsung, kita akan ajak ribuan rakyat Kaltim hadir dalam sidang paripurna DPR-RI itu. Tapi kita tidak akan anarkis, kita hadir, duduk dan diam saja, saya nanti yang pimpin. Ini agar kita terlihat serius tapi konstitutional dalam menuntut Otsus tersebut,” kata Awang.

Dikesempatan itu Awang juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan manapun untuk mendukung perjuangan Otsus dimaksudkan. Sebab menurutnya, kini jawaban dari ketidakadilan yang diterima Kaltim selama ini adalah Otsus tersebut, tiada jawaban lain dalam menuntut kesejahteraan.

“Semua harus mendukung. Saya minta kalau memang tidak mendukung, lebih baik diam di rumah saja, jangan membuat statemen di media yang itu hanya akan melemahkan perjuangan kita,” tandasnya. #mkd