Harga Tarif PCR Turun di Balikpapan Berkisar Rp530 Ribu

oleh -14 Dilihat
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty.

BERITAKALTIM.CO- Hasil dari pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) memang telah menjadi syarat pelaku perjalanan udara saat ini. Calon penumpang diwajibkan melampirkan hasil pemeriksaan PCR negatif dan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Syarat tersebut diyakini efektif oleh pemerintah guna dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Namun harga PCR yang terbilang mahal itu juga menjadi kendala bagi masyarakat yang harus menggunakan jasa penerbangan dalam melakukan aktivitasnya.

Tetapi Pemerintah pusat telah sedikit memberikan keringanan kepada masyarakat pengguna jalur udara. Karena dipastikan mulai hari ini (18/8/2021) harga PCR akan diturunkan dan ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, iya mengatakan sudah ada keputusan dari Kementerian Kesehatan Indonesia, bahwa tarif PCR diturunkan serta diseragamkan.

“Rata-rata seluruh laboratorium pemberi pelayan PCR sudah mengetahui dan sudah siap untuk menjalankan, namun surat resmi dari dinas kesehatan kami kirimkan besok, karena hari ini libur,” jelasnya kepada awak media.

Pemberitahuan sosialisasi secara non formal sudah disampaikan melalui zoom, lanjutnya, sehingga sudah diketahui oleh para Fasyankes pelayanan PCR.

“Hari ini sebenarnya harganya sudah wajib turun, karena pemerintah pusat sudah menetapkan. Tarifnya Rp 450 ribu, kalau di luar jawa Rp 530 ribu,” ujarnya Dio sapaan karibnya. Harga sebelumnya berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Dio juga menyampaikan, bahwa permintaan Pemerintah Pusat untuk dapat mengeluarkan hasil tes PCR dalam 1 x 24 jam disambut dengan kesiapan oleh para pelayanan laboratorium.

“Teman-teman laboratorium siap mengikuti, karena memang kan selama ini juga hasilnya 1×24 jam,” pungkas Dio.

Menyangkut persyaratan harus adanya hasil test PCR ini mengundang kegelisahan masyarakat. Terutama bagi yang akan berangkat bepergian, baik untuk urusan keluarga maupun kedinasan. Dari aturan tersebut, warga harus mengeluarakan uang tambahan untuk membayar test PCR.

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.