Hasil Pertanian Bukit Biru Menopang Kebutuhan Pangan Warga Tenggarong

oleh -22 Dilihat
Robiyandi, Kepa Seksi Pemerintahan Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Foto: le/beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Bertemu dengan Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Robiyandi, sejumlah persoalan pembangunan kawasan itu terungkap. Tentang sejarah kawasan, sumber pendapatan warga, masalah infrastruktur hingga rencana perbaikan nama-nama jalan yang ada di kampung itu.

“Dulu, kawasan ini adalah daerah transmigrasi. Seluruh warganya adalan transmigran,” cerita Robiyandi kepada Beritakaltim yang menemui di Kantor Kelurahan Bukit Biru, Jalan Margatama Mulawarman, pekan tadi.

Kantor Kelurahan Bukit Biru berad di kawasan pemukiman eks transmigran. Susuai namanya Bukit Biru, kawasan itu memang berupa perbukitan. Tapi bukan berwarna biru, melainkan didominasi warna hijau karena memang suasana masih teduh dengan pepohonan.

“Di sini transmigran sudah sejak tahun 80-an. Dulu, kan masuk kabupaten Kutai,” kata Robiyandi lagi.

Status pemerintahan Bukit Biru adalah kelurahan, yang berarti mulai dari jabatan Kepala Pemerintahan Kelurahan (Lurah) hingga stafnya berasal dari PNS (Pegawai Negeri Sipil). Ini berbeda dengan status Kepala Desa (Kepdes) di mana kepala desa dipilih secara demokratis melalui pemilihan oleh warga.

Jumlah penduduk Kelurahan Bukit Biru saat ini 4.946 jiwa atau 1.116 KK (Kepala Keluarga). Mereka tinggal di 24 RT dengan luas kawasan 3,2 Kilometer persegi.

“Sebagai transmigran, sebagian besar penduduk kami bertani, berkebun hortikultura,” kata Robi.

Lantaran mengandalkan pertanian dan perkebunan seperti sayur-sayuran, saat terjadi pandemi covid-19 selama dua tahun terakhir warga di kampung itu tidak begitu terpukul secara ekonomi. Sebab, hasil produksi pertanian dan perkebunan sudah ada yang membeli terutama ketika dipasarkan di pasar-pasar Kota Tenggarong.

“Memang ada terganggu juga selama pandemi, karena daya beli masyarakat yang menurun. Tapi bagi warga di sini, hasil produksi tetap habis dijual di pasar-pasar tenggarong,” ceritanya.

Kota Tenggarong dan sekitarnya memang jadi incaran pasar hasil pertanian sawah dan kebun dari kanpung Bukit Biru. Robiyandi mengatakan hasil tani dari petani Bukit Biru menjadi andalan sumber pangan warga Tenggarong.

“Di sini ada juga kolam-kolam ikan patin, nila, gurame dan ikan Mas. Ini juga menjadi sumber ekonomi warga,” kata Robiyandi lagi. #

Wartawan: charle

No More Posts Available.

No more pages to load.