Henry: Otsus Tak Instan

oleh -66 Dilihat

11HENDRY-PAILAN-TPwebSAMARINDA,BERITAKALTIM.com -‘Bola otonomi khusus (otsus) akhirnya sampai di Karang Paci. Itu setelah rapat konsultasi Pemprov Kaltim dengan DPRD Kaltim yang dirangkai pemaparan naskah akademik oleh tim pakar Universitas Gajah Mada dan Universitas Mulawarman digelar di Gedung D, DPRD Kaltim, kemarin.
Nah soal otsus ini mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua DPRD Hendri Pailan Tandi Payung. Menurut politikus Partai Gerindra ini, harus diakui sampai saat ini masih ada stigma semangat otsus justru kental di kalangan elite, organisasi, dan LSM tertentu.
Sayangnya ia tak melihat kondisi yang sama terjadi di masyarakat. Henry khawatir perjuangan Otsus akan berakhir mengecewakan jika tak mendapat dukungan masif penduduk Kaltim.
“Bukan berarti saya menolak. Fraksi Gerindra mendukung karena otsus akan berpengaruh besar pada roda pembanganan dan perekonomian Kaltim,” ucapnya dalam jumpa pers di ruang kerjanya, kemarin.
Namun ia menggarisbawahi semangat otsus ternyata belum merata di Bumi Kaltim. Dalam kunjungan kerjanya di beberapa daerah seperti, Kutim, Berau dan Bontang, dan beberapa daerah lainnya, ia mendapatkan fakta bahwa semangat otsus sama sekali tak tergambarkan.
Padahal ia berharap perjuangan otsus tak sekadar mantap di baliho dan spanduk seperti yang banyak terlihat di Samarinda.
Barkaca pada kondisi itu, ia berharap Pemprov bisa lebih mensosialisasikan otsus di seluruh penjuru Kaltim bahkan hingga di tingkat kelurahan. Agar masyarakat bisa mengerti semangat otsus sejatinya memang untuk kepentingan bersama, dan bukan untuk kepentingan elite semata.
Karena ia pun memahami, di tengah derasnya tuntutan otsus di tingkat pimpinan, muncul kekhawatiran bahwa otsus bakal ditunggangi pihak tertentu untuk kepentingan terselubung.
“Kita punya pekerjaan rumah memahamkan pada rakyat apa dan bagaimana otsus itu sebenarnya. Apa manfaat, dan pahamkan juga bahwa otsus ini memang kita perlukan untuk membangun Kaltim yang lebih baik,” urai Henry yang kemarin didampingi Ketua Fraksi Gerindra Suterisno Toha.
Henri bahkan mengusulkan setiap kabupaten/kota dilaksanakan program khusus seperti seminar, dialog atau sharing terbuka terkait otsus.
“Sebaiknya DPRD diberi ruang khusus untuk mengkaji dan mempelajari lebih dalam naskah paparan dari pakar itu. Bagaimana muatannya, apa saja yang bisa menjadi bahan perjuangan dan item mana saja yang kemungkinan direvisi,” tambahnya.
Lebih jauh ia berharap siapapun yang terlibat langsung pada perjuangan otsus di pusat harus paham bahwa perjuangan menuntut otsus tidak instan. Prosesnya bakal panjang dan bakal penuh dengan proses tarik ulur, pro kontra hingga di tingkat pusat
“Otsus itu butuh proses panjang dan harus betul-betul matang. Kita punya pengalaman gagal saat mengusulkan judicial review soal perimbangan anggaran.  Kali ini, bahan kita harus betul-betul siap sehingga tak ada celah pusat untuk menolaknya. Bagi yang dipercaya rakyat untuk menjadi tim inti otsus, harus konsisten berjuang hingga akhir. Jangan jika mendapat tantangan dan benturan, malah mengundurkan diri di tengah jalan,” harapnya. (adv/dhi/oke)

Teks foto: Hendry Pailan TP

No More Posts Available.

No more pages to load.