Hotel Grand Tiga Mustika untuk Pasien Covid Dianggarkan Rp5,2 Miliar

oleh -331 views
Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud melihat langsung kondisi hotel Grand Tiga Mustika.

BERITAKALTIM.CO- Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sekaligus Ketua Satgas Covid-19 melakukan peninjauan Hotel Grand Tiga Mustika sebagai tempat pengganti Embarkasi Haji Batakan, Selasa (1/6/2021).

Kegiatan ini juga dihadiri  Sekretaris Daerah Balikpapan Sayid MN Fadli, Asisten Pemerintahan Syaiful Bahri, Kasat pol PP Zulkifli, dan juga Tim penanganan Satgas covid-19 kota Balikpapan .

Rahmad Mas’ud mengatakan, Bahwa pemindahan pasien Covid 19 ke hotel bintang empat Ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk melayani masyarakat.

“Karena kami bukan mau dilayani tapi kami sebagai pelayan masyarakat yang terdampak Covid 19 di Kota Balikpapan,” ujarnya kepada awak media.

Pemerintah kota Balikpapan berkomitmen menekan dan memutus rantai penyebaran Covid 19 di Kota Balikpapan, Dirinya menyampaikan jika ada ide atau saran dari masyarakat mengenai tujuan memutuskan rantai penyebaran covid-19 akan dipertimbangkan.

“Mungkin saran, masukan dan ide dari kami baik tapi kalau ada ide dari masyarakat yang lebih baik. Silahkan, sepanjang itu tujuan untuk memutuskan rantai penyebaran Covid 19 di Kota Balikpapan. Kami akan melakukan semua untuk kebaikan warga kota kami,” jelas Rahmad Mas’ud.

Terkait kamar isolasi yang disediakan pemerintah sebanyak 56 kamar, telah memenuhi prosedur. Mulai dari awal pasien masuk parkiran ke hotel langsung menuju bagian belakang termasuk lift yang digunakan ada dua pintu yang berbeda hingga menuju kamar sudah sesuai dengan prosedur Covid 19.

“Penunjang lain dekat rumah sakit, akses ke mana-mana juga dekat termasuk keluarga pasien Covid 19 yang ingin melihat dan berkomunikasi tapi tidak boleh masuk,” katanya.

Hotel Grand Tiga Mustika memberikan tambahan kamar di luar dari 56 kamar yang disediakan, apabila kamar yang disediakan tidak mencukupi sebagai kontribusi pihak hotel kepada pemerintah.

“Ada wisma tempat isolasi juga ada. Kalau ada penambahan nanti diberi kamar oleh pemilik hotel. Mudah-mudahan jangan terpakai itu kamar,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menuturkan Tim Satgas menggelar pelatihan kepada petugas hotel, memberikan perlindungan dengan vaksinasi, melakukan pemeriksaan rapid test antigen dan menyediakan alat pelindung diri (APD).

Selama dua hari ini, sudah dilakukan pelatihan kepada 15 pekerja hotel. Selain Tim Satgas yang memantau, terdapat pula tim medis, relawan PMI dan Satpol PP.

“Tim kami dari embarkasi haji tidak bubar tapi bergerak pindah ke sini. Ada 20 petugas yang pindah dari embarkasi haji, karena bekerja pakai shift,” papar Dio sapaan akrabnya.

Dio menjelaskan pasien yang berada di embarkasi haji sudah selesai isolasi semua, sehingga tidak ada pemindahan pasien ke hotel yang ada hanya pemindahan tenaga dan alat-alat.

Adapun anggaran yang dikeluarkan Pemkot Balikpapan untuk menyewa hotel ini sekitar Rp 5,2 Miliar yang mulai digunakan pada 1 Juni hingga 31 Desember 2021 mendatang.

“Kemudian kita mendapatkan 56 kamar untuk pasien, enam kamar untuk petugas, ada 2 kamar untuk adminitrasi dan gudang,” tutupnya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.