Ibu Kota Negara Intens Dibicarakan Lagi, Dari Desain Garuda Sampai Masjid Agung

oleh -338 views
Desain Garuda karya maestro Nyoman Nuarta.

BERITAKALTIM.CO- Desain Garuda Istana Negara yang diusung maestro Nyoman Nuarta ramai dibicarakan. Tidak berhenti sampai situ, Sabtu (3/4/2021) lalu, sang maestro juga kembali memamerkan desain masjid yang nantinya akan dibangun berdekatan dengan calon Istana Negara di ibu kota baru.

“Masjid agung IKN,” tulisnya singkat.

“Semua tempat ibadah akan dibangun di pinggir danau,” tambahnya.

Lebih lanjut Nyoman Nuarta menjelaskan, kalau desain dari masjid tersebut belum masuk masa final dan masih berupa gagasan.

“Terima kasih ini disain baru tahapan gagasan atau idea saja blm merupakan basic design,” tutupnya.

Terkait desain tersebut, arsitek senior Yori Antar dari firma Han Awal juga ikut buka suara.

“Saya sebagai salah satu pemberi visi 11 bangunan penting di kawasan IKN bersama seniman Nyoman Nuarta, bisa jadi kami berbeda pandangan dengan desain Istana Negara, tapi gagasan Masjid di Ibukota Negara karya seniman Nyoman Nuarta ini adalah gagasan yg brillian, original, something new , beyond dan berkelas dunia, sedari awal dipresentasikan langsung dibulan maret 2020 kami terpukau, dan inilah salah satu bentuk semangat ke Indonesian dan kerukunan umat beragama untuk sama sama merawat dan memajukan spirit Pancasila,” ujar Yori.

Proyek pembangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara baru memang belakangan mulai intens dibicarakan kembali. Setelah reda selama setahun akibat pandemi Covid-19. Bahkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa bertemu dengan para arsitek yang tergabung dalam 5 asosiasi.

Sebanyak 5 asosiasi ini adalah Ikatan Ahli Perencana Wilayah dan Kota (IAP), Ikatan Ahli Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), Green Building Council Indonesia (GBCI).

Dalam pertemuan ini, Suharso membahas sejumlah aspek seperti lingkungan, budaya, hingga progres master plan ibu kota negara baru. Termasuk pembahasan mengenai desain burung garuda pada Istana Kepresidenan.

“Saya berterima kasih sekali atas masukan dari rekan-rekan arsitek, dari IAP, IAI, IARKI, IALI, GBCI, dan masyarakat luas. Kita pikirkan, bangunan burung garuda, secara arsitektur bagaimana atau secara security-nya, kita bisa diskusikan,” kata Suharso dalam keterangan resminya yang dikutip detikcom, Selasa (6/4/2021).

Suharso mengatakan desain burung garuda pada istana negara hingga saat ini masih memasuki tahap gagasan awal sehingga prosesnya terus bergulir dan tentu dapat diperdalam serta didiskusikan bersama para ahli di bidang arsitektur dan perencanaan.

Untuk pembangunan istana negara, Suharso menyebut Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menyelaraskan materi master plan ibu kota negara dan urban design ibu kota negara.

Dalam pelaksanaannya nanti, Suharso memastikan aspek lingkungan adalah salah satu elemen penting yang akan terus menjadi perhatian utama pemerintah. Pelaksanaannya pun akan dikoordinasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian PPN/Bappenas memastikan pembangunan akan memperhatikan pelestarian lingkungan.

“Pembangunan ini sangat amat memperhatikan lingkungan hidup, bahkan kita menghutankan kembali hutan yang sudah rusak. Semua hitungan dalam proses perencanaan dan rancangan ibu kota negara sudah kita perhitungkan, prosesnya sudah mengikuti kaidah yang bisa diterima dan paling penting tidak melanggar undang-undang,” ungkapnya.

Sebelumnya, desain istana negara di ibu kota baru nanti telah beredar di publik dan bikin heboh. Asosiasi arsitek hingga netizen melontarkan kritik keras terhadap desain yang dilengkapi Garuda berukuran besar itu.

Intinya mereka menilai desain tersebut tidak mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital dengan visi yang berkemajuan, era bangunan emisi rendah dan pasca COVID-19 (new normal).

Presiden Joko Widodo juga buka suara menanggapi kehebohan tersebut. Dikutip melalui akun Instagram resminya, @jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan tahun lalu Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) mengundang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan dan gagasan mengenai bangunan ikonik di ibu kota negara yang baru.

“Sejumlah usulan pun masuk. Salah satunya adalah pradesain Istana Negara karya seniman patung kenamaan Nyoman Nuarta ini. Usulan beliau sarat dengan filosofi lambang Burung Garuda sebagai pemersatu bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” terang Jokowi dalam akun Instagram @jokowi, Jumat (2/4/2021).

Menurut Jokowi, usulan ini baru pradesain. Artinya, sewaktu-waktu bisa berubah seiring dengan masukan-masukan masyarakat yang ditampung tadi. #

Wartawan: le