Ikut Pilkada, 12 Kandidat Petahana Minta Cuti

oleh -175 views
Bupati Berau dan wakilnya Agus Tantomo yang memilih berpisah dan maju dengan calon lain dalam Pilkada 2020.

BERITAKALTIM.CO- Menjelang pendaftaran calon kontestan Pilkada yang dimulai Jumat (4/9/2020) besok, 5 kepala daerah dan 7 wakilnya yang akan kembali berlaga menyampaikan surat permohonan cuti ke Gubernur Kaltim Isran Noor.

Kabar itu disampaikan Kepala Biro PPOD Deni Sutrisno, bersama Karo Humas Setda Provinsi Kaltim M Syafranuddin, Senin (31/8/2020), melalui akun IG Pemprov Kaltim.

Lima petahana yang minta cuti, yakni Bupati Berau Muharram yang maju lagi dengan pasangannya Gemalis. Wali Kota Bontang Neni Moernaeni, Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, Bupati Kutai Barat FX Yapan dan Bupati Kutai Kartanegara Edy Darmansyah.

Sedangkan 7 wakil bupati dan wali kota yang minta cuti; Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Wakil Bupati Mahakam Ulu Y Juan Jenau, Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan, Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud dan Wakil Wali Kota Samarinda Muhammad Barkati.

“Syarat pencalonan untuk petahana di Pilkada harus menyertakan surat bukti pengajuan cuti pada saat mendaftar sebagai calon kepala daerah, sesuai UU No 10 tahun 2016 jika mencalonkan ditempat yang sama,” terang Deni.

Terkait mengisi kekosongan kepala daerah, Deni menambahkan akan diangkat penjabat yang bertugas melaksanakan tugas kepala daerah selama masa kampanye. Kursi yang diisi hanya untuk Kepala Daerah saja agar roda pemerintahan tetap berjalan hingga selesai masa pemilihan 9 Desember 2020. Untuk Kutai Kartanegara, otomatis Wakil Bupati yang menjalankan roda pemerintahan sehingga tidak perlu Penjabat Sementara Bupati.

“Dalam PP 6 Tahun 2005 tentang pengangkatan penjabat bupati atau wali kota dari PNS,” ujar Deni, syaratnya saat ini menduduki jabatan struktural eselon II pangkat golongan serendah-rendahnya IV b.

Menyinggung nama-nama pejabat yang akan diangkat sebagai penjabat, baik Deni maupun Syafranuddin sama-sama mengaku belum tahu karena sedang diinventaris.

“Semua akan diproses sesuai ketentuan, sebelumnya akan diusulkan gubernur,” timpal Syafranuddin seraya menambahkan pejabat kepala daerah akan dilantik di Samarinda secara bersamaan.

Aturan cuti ada UU No 10 tahun 2016 bunyinya bahwa Petahana Bupati/Gubernur yang mencalonkan di tempat yang sama wajib mengajukan cuti selama masa kampanye. Kemudian dalam PKPU nomor 1 tahun 2010 terkait pencalonan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota untuk Pilkada tahun 2020 ada butir di pasal 4 ayat 1 poin r menyatakan secara tertulis atau bersedia cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye. #

Wartawan : Charle