Illegal Mining Dibongkar Mabes Polri, Kepdes Sebulu Modern: Kami tidak Bisa Apa-apa

oleh -1.647 views
Plang police line di lokasi penambangan liar di Desa Sebulu Midern.

BERITAKALTIM.CO- Kasus penambangan liar di Desa Sebulu Modern diakui oleh Kepala Desa setempat, Jumadin. Namun dia tidak tahu pasti keterlibatan perusahaan, karena sepengetahuannya penambangan dilakukan oleh orang per orang.

“Kami di desa tidak bisa berbuat apa-apa Pak. Tadi, warga desa rapat dan menginginkan agar jalan warga tidak dilalui lagi oleh penambangan batu bara secara liar,” ujar Jumadin saat dikonfirmasi oleh beritakaltim, Senin (5/10/2020) sore.

Di Desa Sebulu Modern diakui Jumadin ada beberapa titik lokasi hutan digarap untuk diambil hasil tambangnya. Hal tersebut yang menjadi kerugian masyarakat, karena jalan warga digunakan untuk lalulalang kendaraan mengangkut hasil tambang.

Sebagai kepala desa dia tidak bisa melarang warganya menjual tanah kepada pengusaha dan kemudian ditambang. “Kami tidak mengizinkan, tapi juga tidak bisa melarang,” ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, tim Bareskrim Polri dari Jakarta sudah melakukan penangkapan terhadap seorang oknum yang diduga bertanggungjawab atas penambangan batu bara secara liar berinitial FF. Polisi sudah memeriksa FF dan kemudian dijadikan tersangka. FF dibawa ke Jakarta tanggal 30 September 2020 setelah dilengkapi dengan pemberitahuan kepada keluarga. Tuduhan kepada FF adalah melakukan kegiatan penambangan dalam kawasan hutan tanpa izin menteri.

Hal tersebut diatur dalam Pasal 89 ayat (1) huruf a dan b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a dan b Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan atau melakukan kegiatan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Jo Pasal 35 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan terhadap undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Di dalam foto yang diterima beritakaltim, terlihat ada police line di lokasi dengan sejumlah alat berat dan truk yang diduga untuk mengangkut batu bara. Belum ada penjelasan resmi mengenai alat berat dan truk yang berada dalam police line itu apakah milik FF atau milik perusahaan jasa rental.

Beritakaltim.co sebelumnya memberitakan bahwa FF adalah direktur perusahaan PT KIM. Namun hal itu diluruskan bahwa tersangka FF bukan direktur atau terkait dengan perusahaan itu.

“Mohon untuk pemberitaan media menghubungi divisi humas Polri,” ujar seorang petugas Polri di Jakarta ketika dikonfirmasi soal kasus ini.

Penambangan batu bara secara liar di Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara sudah berlangsung lama. Setidaknya beritakaltim juga sering menurunkan berita-berita tersebut sejak beberapa bulan lalu. Hadirnya tim dari Mabes Polri untuk menghentikan penambangan dan mengungkap siapa saja yang terlibat di dalamnya menjadi harapan masyarakat, karena kegiatan illegal mining sangat merugikan negara. #

Wartawan: Charle