Isran Minta Perusda MMP Kembalikan Uang Deviden “Blok Mahakam” Rp37 Miliar

oleh -486 views
Kepala Biro Ekonomi saat melakukan mediasi dengan perwakilan dari Gempur di lantai 2 Komplek Kantor Gubernur Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa Peduli Uang Rakyat (Gempur) mendatangi kantor Gubernur Kaltim dalam rangka mempertanyakan peran dan tanggung jawab Pemprov dalam mengawasi Perusahaan Daerah terutama PT Migas Mandiri Pratama (MMP) dan PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (MMPKM).

Kedatangan Gempur tersebut disambut oleh Kepala Biro Ekonomi, Nazri dan pertemuan tersebut berlangsung di lantai 2 kantor Gubernur Kaltim.

Korlap Gempur mengatakan, kedatangan mereka menyampaikan dua hal, pertama tentang rangkap jabatan di beberapa Perusda dan yang kedua adanya temuan BPK Kaltim bahwa pembagian deviden saham PI (Participating interest) Pemprov Kaltim disalahgunakan sebesar Rp37 miliar.

“Bahwa kami menyampaikan dua persoalan antara lain rangkap jabatan dan pemborosan anggaran sekitar Rp37 Milyar,” ucap Ahmad saat dikonfirmasi via whatsAapp, Senin (15/2/2021).

Kepala Biro Ekonomi pada pertemuan itu mengungkapkan, Gubernur Kaltim telah memberikan teguran kepada pihak perusda baik PT Migas Mandiri Pratama (MMP) dan PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (PT MMPKM).

Anggaran Rp 37 miliar untuk pembayaran gaji juga diminta untuk dikembalikan karena pembayaran gaji tersebut tidak sesuai aturan.

“Sudah ada surat teguran gubernur. Dari BPK RI Kaltim ya. Tanda tanya besar juga, kalau tidak sesuai aturan ya harus dikembalikan. Seperti yang dikatakan, itu perlu proses,” ungkap Nazrin.

Lebih jauh, Nazrin menegaskan uang gaji tersebut harus dikembalikan, apabila gaji dari Blok Mahakam itu sudah digunakan yang bersangkutan, maka harus diganti. Jika tidak, yang bersangkutan bisa dikenakan pidana.

“Kami tunggu saja. Tidak bisa hilang itu uangnya, itu jadi tindak pidana namanya,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman