Jasad Sugiharto Muncul Mengambang di Kolam Tambang Kaltim Batu Manunggal

oleh -858 views
Tim SAR Unit Siaga Samarinda, bergerak melakukan pencarian. Doto: Basarnas Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Salah satu korban longsor, Sugiharto, 44 tahun, ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya berhasil dievakuasi setelah terlihat mengapung di dalam kolam.

Tim SAR Gabungan menduga, seperti dikatakan Kasie Ops dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Octavianto, korban Sugiharto saat terkubur tanah longsoran berusaha keluar. Namun upayanya tak berhasil, sampai akhirnya dia ikut terbawa material tanah masuk ke dalam kolam tambang. Setelah beberapa jam tubuhnya kemudian muncul ke permukaan, mengapung.

Proses evakuasi berjalan lancar. Setelah ditemukan sekitar pukul 16.15 Wita, hari Minggu (24/10/2021), jasadnya langsung dibawa ke Rumah Sakit IA Moeis Samarinda Seberang untuk mendapatkan visum.

Korban Sugiharto adalah Kepala Teknik Tambang (KTT) perusahaan tambang PT Kaltim Batu Manunggal. Dia berada di dalam mobil saat terjadi peristiwa tersebut, Minggu (24/10/2021) dini hari, sekitar jam 02.00 Wita.

Sugiharto di dalam mobil bersama dengan rekannya, Paiman (48), seorang Konsultan Enginering perusahaan. Saat tanah bergerak, mobil mereka terseret tanah longsor hingga masuk ke dalam kolam penambangan batu bara.

Sejak pagi sampai sore rumah Sugiharto diselimuti duka. Pihak keluarga, tetangga dan kenalan berdatangan ke rumahnya di Dusun Tani bahagia RT 42, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, kabupaten Kutai Kartanegara.

Rumah Sugiharto tergolong besar dan asri. Berada di tepi jalan, warga sekitar yang kebanyakan adalah petani sahang (lada) dengan mudah menunjukkan lokasi rumah korban. Sejak pagi rumah itu sudah banyak berkumpul warga yang menaruh simpati atas peristiwa hilangnya Sugiharto lantaran tanah longsor tempatnya bekerja. Sekelompok ibu-ibu juga berdatangan, berusaha menghibur istri korban Sugiharto bernama Herni.

Beberapa pihak keluarga yang ditemui di rumahnya belum bersedia memberikan keterangan. Mereka mengaku belum menerima informasi lanjutan mengenai kondisi korban dari pihak perusahaan. Pihak keluarga mengaku kaget terjadinya peristiwa itu.

Pada hari Sabtu (23/10/2021) pagi, menurut keterangan seorang yang mengaku sebagai anak Sugiharto, bapaknya itu berangkat ke Samarinda dan baru pulang sekitar jam 22.30 Wita. Malam itu Sugiharto langsung berangkat kerja ke lokasi tambang, sampai akhirnya ada kabar terjadinya tanah longsor.

Korban Sugiharto punya seorang istri dan tiga orang anak. Dia termasuk karyawan punya jabatan penting di perusahaan batu bara itu. #

Wartawan: Hardin

No More Posts Available.

No more pages to load.