Jembatan Pulau Balang Februari 2021 Selesai

oleh -438 views
Dadang Irwan Hassan, Plt Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Salah satu proyek penunjang Ibu Kota Negara (IKN), Jembatan Pulau Balang sepanjang 804 meter dan lebar 22,4 meter terus digenjot pembangunannya. Progres Jembatan penghubung dari Balikpapan ke Penajam Paser Utara itu sudah mencapai 89,5 persen.

Hal itu dijelaskan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR Pera) Kaltim Dadang Irwan Hassan dalam rilis pada laman website Pemprov Kaltim.

Alhamdulillah, per 30 Agustus 2020, total sudah mencapai 89,5 persen. Target 100 persen pada Februari 2021,” ucapnya, Sabtu (5/9/2020).

Sesuai target, pada bulan Februari 2021 sudah dilakukan serah terima pertama pekerjaan (PHO / Provisional Hand Over). Saat ini dua tiang utama (pylon) jembatan sudah selesai 100 persen. Demikian pula dua penutup samping badan jembatan (side closure), rentang pendekat (approach span) dan oprit jembatan.

“Itu sudah seluruhnya, sudah 100 persen,” kata Dadang. Informasi yang disampaikannya diperoleh dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.

Beberapa pekerjaan yang belum mencapai 100 persen antara lain jalan akses masih 90 persen. Jalan akses dari Jembatan Pulau Balang (Bentang Pendek) menggunakan APBD Provinsi dengan panjang 1.807 meter dengan struktur rigid pavement. Pekerjaan lain yang belum kelar adalah Gedung Pusat Informasi Jembatan yang masih 80 persen, dan dua dek utama.

Jembatan Pulau Balang adalah opsi perlintasan dari PPU ke Kota Balikpapan tanpa menggunakan fery. Jembatan ini terkoneksi dengan Kawasan Industri Kariangau dan jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Setelah Presiden Joko Widodo menetapkan Ibu Kota Negara di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, maka akses ini jembatan ini cukup vital menuju lokasi ibu kota negara baru.

Menurut Dadang, beberapa pekerjaan yang terus digenjot adalah Main deck P1 launching segmen 17 masih 76,19 persen dan main deck P2 stressing segmen 16 sekitar 71,43 persen.

“Jika dua dek ini selesai, maka Jembatan Pulau Balang otomatis akan tersambung,” rinci Dadang Irwan.

Sumber dana pembangunan Jembatan Pulau Balang adalah SBSN (Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara tahun 2015-2021 dengan pagu anggaran sebesar Rp1.391.042.000.000 dan nilai kontrak addendum-10 sebesar Rp1.386.656.767.000.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Bangun Cipta Konstruksi. Waktu pemeliharaan yang disepakati selama 1.825 hari.

Panjang jembatan ini adalah 804 meter dengan lebar 22,4 meter (4 lajur). Tinggi pylon 117,5 meter dan jenis bangunan atas berupa cable stayed (kabel tetap). Sementara clearance dari permukaan air laut jembatan ini mencapai 28,4 meter.

Jembatan Pulau Balang adalah salah datu dari tiga proyek strategis yang diusulkan Gubernur Kaltim Isran Noor kepada pemerintah pusat. Dua proyek lainnya pengembangan infrastruktur wilayah perbatasan Mahakam Ulu dan Jalan Tol dari Samarinda-Bontang.

Untuk proyek jalan akses Jembatan Pulau Balang diestimasi kebutuhan dana yang diusulkan mencapai Rp6,5 triliun, dengan trase jalan ke Jembatan Pulau Balang melewati Riko-Pantai Lango-Pulau Balang-Tempadung (Penajam) hingga ke Km13 Balikpapan sepanjang 40 Km dengan kontruksi pile slab sepanjang 5,35 Km. Bahkan telah terbangun badan jalan 4,4 Km di Tempadung (Balikpapan).

Kemudian, untuk pengembangan infrastruktur wilayah perbatasan Mahakam Ulu dana yang dibutuhkan mencapai Rp3,67 triliun tahap awal sepanjang 383,55 Km menghubungkan Tering-Ujoh Bilang-Long Pahangai-Long Apari. Bahkan, sejak 2013 sudah terlaksana pembangunan. Alhasil dari Tering-Long Bangun sudah tembus meski masih ada yang harus tetap dikerjakan pembangunan jalannya.

Terakhir rencana pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang dengan estimasi dana mencapai Rp12,3 triliun yang terbagi empat seksi dengan panjang 94 Km. Masing-masing Seksi I Palaran-APT 23,50 Km, Seksi II APT-Sambera Muara Badak 24,00 Km, Seksi III Sambera Muara Badak-Marangkayu 22,50 Km dan Seksi IV Marangkayu-Bontang 24,00 Km. #

Wartawan : Charle | Humas Pemprov