Survei INES Jokowi Kalah dari Prabowo, Kamu Percaya?

oleh -2.787 views

JAKARTA, beritakaltim.co- Indonesia Network Election Survei (INES) merilis hasil survei elektabilitas bakal calon presiden 2019. Berbeda dengan kebanyakan hasil survei lembaga lainnya, survei INES menunjukkan elektabilitas Prabowo jauh mengungguli Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rilisnya, jika menggunakan pertanyaan tertutup, Prabowo unggul dengan perolehan suara di atas 54,50%. Sementara Jokowi mendapatkan 26,10%, Gatot Nurmantyo 9,10%, dan tokoh lain 10,30%. Sementara itu, dalam pertanyaan terbuka, Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%, Gatot Nurmantyo 7,40%, dan tokoh lain 14,70%.

Direktur INES Oskar Vitriano, dalam paparannya berusaha meyakinkan, bahwa survei dilakukan pada 12-28 April 2018 dengan 2.180 responden yang dipilih secara proporsional di 408 Kabupaten/kota di Indonesia. Metode yang dilakukan dengan multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni +- 2,1%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

“Ini bukan pesanan. Kami lembaga survei kredible,” kata Oskar, meyakinkan para Wartawan di Mess Aceh Amazing Hotel, Menteng, Jakarta Pusat.

Karena berbeda dengan hasil survei dari lembaga lainnya, rilis dari INES jadi pergunjingan. Pengurus PPP yang sudah menyatakan mendukung Joko Widodo maju dalam Pilpres tahun 2019 misalnya, meragukan hasil survei yang tampil beda itu.

“Survei harus ditanyakan dananya dari mana? Maka, akan ketahuan arahnya,” kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Minggu (6/5/2018).

Awiek–sapaan akrab Baidowi–juga meragukan sampel dan metode survei yang digunakan INES. Sebab, hasil survei yang dirilis INES berbeda jauh dengan survei-survei tentang elektabilitas bakal capres 2019 yang selama ini beredar.

“Jika hasil survei berbeda dengan mayoritas hasil lembaga survei lainnya, maka patut dipertanyakan sampel dan metodenya serta motifnya,” ujar anggota DPR yang duduk di Komisi II itu.

“Metode ilmiah itu boleh salah, tapi tak boleh bohong,” imbuh Awiek.

PDI Perjuangan malah langsung menuding saat ini banyak lembaga survei bayaran. “Soalnya sekarang bermunculan lembaga survei amatiran, memanfaatkan industri demokrasi yang sedang bersemi, menggunakan slogan yang super pragmatis: maju tak gentar membela yang bayar,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Minggu (6/5/2018).

Rilis hasil survei INES muncul dua hari setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto membuat statemen di media online mengenai hasil survei Indikator Politik yang merekam elektabilitas Jokowi jauh meninggalkan Prabowo Subianto.

Pernyataan Prabowo disampaikan menjawab pertanyaan Wartawan, usai berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Jumat (4/5/2018).

“Hasil survei yang mana? Survei itu tergantung siapa yang bayar. Kita punya lembaga survei sendiri yang bagus,” kata Prabowo menjawab pertanyaan soal elektabilitasnya di survei Indikator.

Survei Indikator yang dirilis pada Kamis (3/5) menyatakan hasil elektabilitas Jokowi 51,9%, sedangkan Prabowo 19,2%.

Hasil survei lembaga lainnya, dilakukan Polcomm Institute. Dalam rilis yang disampaikan direkturnya, Heri Budianto dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018), Jokowi yang diusung PDI Perjuangan memeroleh pilihan sebesar 49,08 persen. Sementara, Prabowo dipilih 29,67 persen.

Adapun, yang menempati urutan ketiga adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Gatot dipilih sebanyak 3, 50 persen responden.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1,200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018.

Adapun, tingkat kepercayaan dalam survei ini sebesar 95 persen. Kemudian, tingkat kesalahan atau margin of error sebesar 2,83 persen. #le

No More Posts Available.

No more pages to load.