Kades Kampung Baru Tabang Jadi Tersangka Gara-gara Tapal Batas

oleh -589 views

BERITAKALTIM.CO- Lebih dari 30 orang masyarakat Desa Kampung Baru, Kecamatan Tabang melakukan aksi damai dengan mendatangi langsung pihak kecamatan Tabang guna menuntut kejelasan tentang Kepala Desa mereka yang ditetapkan tersangka oleh Polres Kutai Kartanegara.

Penetapan tersangka tersebut disinyalir karena permasalahan administrasi desa (tapal batas) antara desa Kampung Baru dan Desa Umaq Tukung.

Koordinator aksi, Stevens menjelaskan kedatangan warga dan beberapa tokoh adat tersebut bertujuan mencari kejelasan, serta mengadukan nasib kepala desa mereka yang kini berstatus tersangka di Polres Kukar.

Padahal sejauh ini yang dilakukan oleh kades Kampung Baru, dianggap sudah sesuai aturan. Salah satunya berdasarkan sejarah yang menunjukkan batas desa tersebut.

“Kami memperjuangkan hak-hal ulayat dari leluhur dan anak cucu kami,” papar Stevens. Minggu (28/11/2021).

Setelah pertemuan dengan pihak kecamatan, Stevens menjelaskan, mereka mendapat tanggapan dan respons positif Camat Tabang.

Perihal dari aksi yang mereka lakukan dan pihak kecamatan memastikan akan melanjutkan persoalan ini ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Bahkan saat ini sedang dilakukan penggodokan terkait permasalahan tersebut.

“Semoga kebenaran bisa terungkap, dan kades kami tidak diperlakukan seperti ini,” tegas Stevens.

“Warga menyuarakan jika kades (Kampung Baru) yang dituntut bukan kriminal dan penjahat yang harus ditersangkakan, itu yang disuarakan oleh warga,” lanjutnya.

Untuk diketahui penetapan tersangka Kades Kampung Baru, bermula setelah adanya patok desa milik Desa Umaq Tukung yang melewati ketentuan, dan mengambil wilayah administrasi Desa Kampung Baru.

Beberapa kali pihak Desa Kampung Baru mencoba mengundang dan membicarakan hal ini. Tapi urung terjadi oleh kedua belah pihak. Hingga akhirnya patok batas desa yang dianggap mengambil wilayah Kampung Baru dipotong dan dibawa ke Balai Desa Kampung Baru untuk diamankan, tindakan tersebut bertujuan agar pihak desa Umaq Tukung bisa segera membicara kan permasalahan ini.

Namun yang terjadi, malah Kades Kampung Baru, Supardi Baatz dilaporkan dan harus berurusan dengan pihak berwajib.

Padahal penertiban patok batas merupakan administrasi desa tersebut dan sudah melalui rapat musyarawah serta menghasilkan keputusan untuk melakukan penertiban oleh aparatur desa dan warga Desa Kampung Baru.

Dalam aksi damai, warga Desa Kampung Baru pun mengaku siap ikut ditetapkan sebagai tersangka juga.

“Karena ini hasil rapat musyawarah desa, bukan hasil keinginan pribadi kades. Penertiban juga dilakukan warga dan Aparatur desa,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.