Kasus Covid Meningkat, Pemkot Balikpapan Akan Memanggil Pertamina

oleh -404 views
Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud.

BERITAKALTIM.CO- Pemkot Balikpapan terus melakukan antisipasi pencegahan penyebaran virus covid-19 yang tiap hari jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan.

Untuk kali ini Pemerintah Kota Balikpapan akan memanggil pimpinan Pertamina dan RDMP terkait peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan yang ditengarai paling banyak berasal dari para pekerja yang ada di proyek perluasan kilang Pertamina.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, telah memanggil pihak Pertamina ataupun RDMP agar sama-sama terlibat mencegah penularan Covid-19.

“Tadi sudah dipanggil baik pihak dari pimpinan Pertamina ataupun RDMP, artinya mereka harus benar-benar fokus terhadap karyawan dan subkontraktornya untuk bisa mendata pekerja-pekerjanya, termasuk messnya dimana,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud selaku Ketua Satuan Tugas Covid-19 Kota Balikpapan kepada wartawan saat launching di Terminal Batu Ampar, Selasa (22/6/2021).

Rahmad Mas’ud mengatakan, pendataan itu dilakukan mengingat lokasi mes pekerja proyek RDMP yang berasal dari luar Balikpapan itu berada di kawasan Kelurahan Graha Indah dan Kelurahan Batu Ampar area dari Balikpapan Utara. Di mana Balikpapan Utara sedang mengalami kecendrungan kenaikan jumlah terpapar.

“Ini yang akan menjadi perhatian khususnya untuk kelurahan Batu Ampar dan Graha Indah di kecamatan Balikpapan Utara karena trennya mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” urainya.

Rahmad menambahkan, pihaknya telah meminta kepada pihak Pertamina maupun RDMP agar mendata karyawan hingga ke sub kontraktornya, termasuk lokasi mess bagi karyawan dari luar daerah.

“Hal ini dilakukan untuk memudahkan ketika harus melakukan tracking dan tracing kepada karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Namun apabila hal ini juga tidak diindahkan, pihaknya sudah sepakat akan ada sanksi tegas yang akan diberikan kepada perusahaan maupun pekerja itu sendiri.

“Apabila ini juga tidak diindahkan, terpaksa kita meminta untuk me-lockdown terlebih dahulu segala kegiatan di RDMP di Kota Balikpapan,” tegasnya.

Selain itu, Dia menuturkan dirinya juga telah menyampaikan kepada masing-masing lurah dan camat agar berupaya maksimal memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

“Kedepannya, apabila trend perkembangan kasus Covid-19 terus meningkat maka tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa RT yang di lockdown,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina