Kasus ‘Plesiran’ Dharma Wanita Berau Tak Ditutup Jaksa

oleh -57 Dilihat

photo kajari berau 1TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM-com- Setelah beberapa lama tidak bisa ditemui, akhirnya Kepala Kejaksaan Neneri (Kajari), Tanjung Redeb, Rudi H Manurung Kamis (24/10/2014) bersedia juga ditemui wartawan media ini di kantornya.

Dalam pertemuan tersebut Kajari menjelaskan mengenai beberapa kasus dugaan adanya penyelewengan dana yang sekarang sedang dalam penanganan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Redeb. Salah satunya adalah dugaan adanya penyelewengan dana yang sedang melilit tubuh Dharma Wanita.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kejari Tanjung Redeb saat ini sedang menangani kasus adanya dugaan penyelewengan dana Bimbingan Tehnis (Bimtek) fiktif yang terjadi pada Korps Dharma Wanita. Diperkirakan merugikan uang negara kurang lebih Rp300 juta. Bimtek yang seharusnya dilaksanakan di Batam selama lima hari tersebut nyatanya haya berlangsung sehari, sementara sisanya “bersambung” dengan agenda plesiran di Kuala Lumpur dan Singapura.

Dalam kasus yang melibatkan 25 peserta dan menyeret beberapa nama istri petinggi di Kabupaten Berau tersebut, Kajari Rudi H Manulang mengakui sampai saat ini proses hukum tetap berlangsung. Namun demi kepentingan penyelidikan, menurut Rudi pihaknya belum bisa memberikan informasi yang lebih detail.

Ketika ditanya perihal isu yang berkembang soal adanya “perbincangan khusus” antara jajaran Kejari dengan salah satu petinggi di Berau agar kasusnya tidak diteruskan, Rudi menjawab no comment.

“No comment ya untuk pertanyaan yang tidak jelas seperti itu,” kata Rudi. Ia melanjutkan; “Yang pasti, kami akan bekerja semaksimal mungkin dan tentunya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” lanjutnya. #Jod

 

Foto: Kajari Berau Rudi H Manurung

No More Posts Available.

No more pages to load.