Ke Desa, Abdul Rasid Diberondong Keluhan Petani

oleh -1.546 views

Abdul rasid dprd kukar webTENGGARONG, KUTAIKARTANEGARA.com- Di sela kegembiraan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara meraih 17 Panji keberhasilan pembangunan dari Pemprov Kaltim pada HUT provinsi ke-58, ternyata semakin besar perjuangan yang wajib dilakukan.

Tidak perlu ke daerah hulu dan pedalaman untuk melihat masih beratnya tugas-tugas pemerintah membangun untuk mensejahterakan rakyatnya. Contohnya warga Desa Bandang Raya Kecamatan Tenggarong yang letaknya hanya beberapa kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara di Tenggarong.

“Desa kami selama ini sangat kesulitan mendapatkan listrik, karena jaringan belum masuk ke desa kami,” ujar Kepala Desa Bandang Raya Muhammaddin N, didampingi Sekretaris Desa, BPD, Ketua RT berapa Tokoh Masyarakat dan Ibu-ibu PKK di Kantor Desa Bendang Raya Kecamatan Tenggarong, kukar, Jumat (9/01/2015).

Keluhan itu disampaiakan kepada tim dari Komisi 1 DPRD Kukar yang dipimpin Abdul Rasid SE anggota komisi 1 lainnya Siswo Cahyono SE, H Ahmad Zuliansyah, H Sudarmin dan Supriyadi S.

Lalu, Kepala Desa mengutarakan sejumlah kesulitan yang dialami warganya. “Yang kedua, desa kami mayoritas penduduknya petani, kami mohon ada irigasi percetakan sawah Pak,” pintanya.

Soal pupuk juga menjadi keluhan masyarakat di sana. Menurut Muhammaddin, petani warganya kesulitan mendapatkan pupuk, di samping karena harganya mahal, pupuk juga tidak ada di pasaran. “Kami sebagai petani merasa resah dengan kelangkaan pupuk. Jika Cuma mahal pupuk ada di pasaran ini masih enak, ini udah langka, tidak ada dijual di pasaran ini membuat warga gelisah,” kata Kepdes, serius.

Masih ada lagi permintaan warga kepada anggota DPRD Kukar yang melakukan kunjungan kerja ini; “Kami mohon juga jalan menuju kantor desa bisa diperjuangkan dalam segi penganggaran pengaspalan. Karena jika musim hujan seperti ini saya bersama staf desa tidak bisa melayani masyarakat dengan baik, dikarenakan tidak bisa menuju kantor di samping jalannya berlumpur dan sangat licin,” ujar Muhammaddin.

Mendapatkan permintaan bertubi-tubi dari masyarakat desa tersebut, Abdul Rasid merasa bersyukur karena hal itu menunjukkan optimisme aparat desa terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.

“Ini masukan berharga bagi kami sebagai wakil rakyat. Semua aspirasi menyangkut infrastruktur jalan, masalah listrik maupun irigasi percetakan sawah, akan kami perjuangkan sama-sama di dewan nantinya,” ujar Abdul Rasid.

Kepada warga ia juga langsung menjawab masalah pupuk yang susah didapat dan dikeluhkan warga petani itu. “Saya sudah panggil dan melakukan hearing dengan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kukar, beliau mengatakan persoalan kelangkaan pupuk ini bukan hanya meresahkan masyarakat kukar saja tapi, kelangkaan pupuk ini menyeluruh semua provinsi yang ada di Indonesia,” ujarnya. #bp

No More Posts Available.

No more pages to load.