Kebobrokkan Perusda PT AKU Terbongkar, Jaksa Tahan 2 Tersangka

oleh -359 views
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) saat melakukan konferensi pers di gedung kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo. Samarinda Seberang. 3/11/2020

BERITAKALTIM.CO- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur berhasil membongkar kasus kerugian negara sebesar Rp29,7 Miliar di Perusda PT Argo Kaltim Utama (PT AKU). Dua orang ditahan dan berkas sedang dilengkapi untuk diserahkan ke penyidik di Kejari Samarinda yang akan membawanya ke pengadilan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejati Kaltim Deden Riki Hayatul Firman melalui AsistenTindak Pidana Khusus ( Aspidsus ) Prihatin SH. Dua orang yang menjadi tersangka adalah initial Y dan N.

“Dari hasil rangkaian penyelidikan, kasus ini mengarah kepada tersangka Y dan N. Kasus ini terkait penyertaan modal Pemprov Kaltim sebesar Rp27 miliar,” ungkapnya.

Adapun rangkaian kasus dugaan pidana korupsi berdasarkan penyelidikan dan penyidikan pihak Kejaksaan Tinggi Kaltim yakni Bahwa Perusda PT. AKU yang bergerak di bidang usaha perkebunan, pertanian, perdagangan, perindustrian dan pengangkutan darat, telah mendapatkan penyertaan modal dari Pemprov Kaltim total sebesar Rp27 M.

Perinciannya, pada tahun 2003 sebesar Rp. 5 M dan Tahun 2007 sebesar Rp. 7 M serta Tahun 2010 sebesar Rp. 15 M, dengan tujuan agar Pemprov Kaltim mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Perusda PT. AKU tersebut.

Akan tetapi oleh tersangka Y selaku Direktur Utama Perusda PT. AKU dan tersangka N selaku Direktur Umum Perusda PT. AKU yang diajukan dalam berkas perkara terpisah, dana penyertaan modal tersebut dialirkan tidak sesuai dengan ketentuan, yaitu dipergunakan untuk kerjasama perjanjian selaku penyandang dana dan penyalur solar yang bukan peruntukannya.

PT AKU sengaja bekerjasama dengan 9 perusahaan, tanpa persetujuan Badan Pengawas dan tanpa melalui RUPS.  Akhirnya modal tersebut tidak jelas keberadaannya dan dilaporkan oleh PT. AKU dalam laporannya menjadi piutang dengan total modal sekitar Rp31 Milyar.

PT. AKU hanya mampu memberikan PAD ke Pemprov Kaltim total sekitar Rp3 M sejak tahun 2005 sampai tahun 2014.

Adapun 9 perusahaan yang diajak joint kerjasama ternyata 6 perusahaannya fiktif. Sementara tiga perusahaan lain, salah satunya adalah PT. Dwi Palma Lestari adalah perusahaan milik tersangka. Dari kerjasama dengan PT AKU, perusahaan PT Dwi Palma Lestari mendapat modal Rp. 24 Miliar.

Di dalam struktur perusahaan PT Dwi Palma Lestari, posisi Y dan N dalam jajaran direksi berganti-ganti. Kadang Y sebagai Dirut dan N menjadi komisaris. Begitu pula sebaliknya.

Total kerugian negara versi BPKP, sebesar Rp29 Miliar lebih. Itu sudah termasuk perhitungan penyerataan modal dan laba perusahaan.

Tersangka Y ditetapkan tersangka tanggal 2 September 2020 dan ditahan di Rutan sejak tanggal 2 September 2020 sampai sekarang. Sedangkan tersangka N ditetapkan tersangka tanggal 5 Oktober 2020 dan ditahan di  Mapolsek.

Berkas perkara tersangka Y telah P-21 tanggal 02 Nop 2020, sedangkan penyerahan tersangka dan barang bukti tanggal 03 November 2020.  Satu tersangka lagi, N, masih tahap penyidikan dan proses pemberkasan. #

Wartawan: Heriman