Kepada DPRD, Gubernur Kaltim Mengakui Keterlambatan Penyaluran Bantuan

oleh -141 views
Rusman Yakub,Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Kaltim.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Masih belum rampungnya bantuan dampak Covid 19 pada masyarakat Kalimantan Timur diakui langsung oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor saat menghadiri rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-11.

Kepada anggota dewan, Senin (30/6/2020), Isran mengakui bahwa terjadi keterlambatan dalam penyaluran Bantuan Sosial Masyarakat (BSM) yang bersumber dari APBD Kaltim.

Menurut Isran perlu kehati-hatian dalam mengelola anggaran. Keterlambatan penyaluran juga terjadi karena banyak faktor selain tumpang tindih data yang menguras waktu, tenaga tim verifikasi dan validasi data juga menjadi permasalahan.

“BSM pada awalnya dari pemerintah pusat mengatakan tidak ada pajak, tidak ada biaya materai, namun ternyata ada biaya materai yang dibebankan kepada penerima dan yang terjadi di lapangan hal itu dianggap korupsi atau pemotongan bantuan yang dilakukan petugas. Ini baru salah satu contoh saja, dan tentunya ini menjadi tanggung jawab kami, karena seolah-olah bantuan dipotong,” ungkap Isran. (29/6/2020).

Menanggapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yakub mengatakan, hingga saat ini penyaluran BSM itu belum sampai 50 persen. Oleh karena itu dia berharap agar sikap kehati-hatian Pemerintah tidak harus mengesampingkan asas manfaat masyarakat atau tidak mendapatkan pelayanan dalam hal bantuan Covid-19.

“Karena hati-hati, lantas masyarakat tidak mendapatkan manfaat atau tidak mendapatkan pelayanan dalam hal bantuan Covid,” kata Rusman saat ditemui di lantai 1 gedung D.

Dari sisi pelayanan, menurutnya, boleh hati-hati tetapi rakyat jangan diabaikan, hingga keteteran atas haknya.
Politisi PPP ini menjelaskan, disinilah letak suatu kelihaian seorang pemimpin.

“Artinya pada saat rakyat membutuhkan, ada percepatan tetapi tidak menghilangkan akurasi data, disitulah profesionalnya birokrasi,” terang Rusman.

Lebih lanjut, Rusman menekankan kehati-hatian bukan menjadi alasan untuk mengabaikan hak masyarakat.

“Kita malah seolah pasrah dengan kehati-hatian, menutut saya itu bukan alasan. Rakyat kita sudah sangat menungu itu, hanya gara-gara hati-hati, baru kita tidak layani rakyat, pandangan itu juga keliru,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman