Kepala Kantor BPN Balikpapan Tanggapi Kekecewaan Warga

oleh -2.152 views
Kepala BPN Balikpapan Ramlan ketika ditemui di ruang kerjanya.

BERITAKALTIM.O- Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Balikpapan Ramlan mengklarifikasi berita yang menayangkan keluhan perwakilan RT (Rukun Tetangga) Balikpapan Utara mengenai pengurusan sertifikat dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Seperti dimuat beritakaltim, Selasa (10/11/2020),  perwakilan ketua RT di Balikpapan Utara kecewa dengan program PTSL karena ada warganya yang mengurus sertifikat tanah sampai 3 tahun tidak selesai. Padahal sesuai arahan Presiden Jokowi target mengurus sertifikat dengan program kinerja PTSL hanya selama 90 hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor BPN Balikpapan, Ramlan, yang terjadi adalah miss komunikasi yang berujung dengan pemberitaan oleh Wartawan seperti ditayangkan media daring beritakaltim. Ramlan menyebutkan warga yang disebut-sebut kecewa itu awalnya adalah kehilangan sertifikat tanah, sehingga membutuhkan tahapan pelaporan kehilangan dan pengumuman di surat kabar yang menyatakan telah kehilangan sertifikat.

“Ini adanya permasalahan sertifikat yang hilang di RT 39 kelurahan Graha Indah. Tapi telah terselesaikan, persyaratan telah terpenuhi menunggu pengumuman di surat kabar,” ungkap Ramlan ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/11/2020).

Beliau menyampaikan telah mengklarifikasi dan menemui  perwakilan RT Balikpapan Utara yang menangani pengurusan sertifikat dan PTSL. Ternyata sertifikat tersebut hilang (Produk PTSL 2017) atas nama Hartining. Dan saat ini telah diproses tinggal pengumuman di surat kabar.

Beliau juga memaparkan adanya sertifikat atas nama Sulaiman (Alm) yang seharusnya ahli waris yang berhak disumpah, namun yang dihadapkan ketua RT tersebut bukan ahli waris sedangkan ketentuan yang ada mengharuskan ahli waris.

Terkait petugas pengukuran PTSL , ia mengatakan bahwa penunjukan batas bidang tanah PTSL telah ditunjuk oleh pemilik tanah dan diketahui RT setempat dan perubahan itu kemungkinan yang penunjuk batas bukan pemilik dan hanya melakukan penunjukan bidang tanah saja.

Selanjutnya BPN melakukan tahap pengumuman, tetapi mereka tidak ada yang komplain. Dan ketika sertifikat jadi baru timbul permasalahan ini. Meskipun perihal ini hanya terjadi pada beberapa orang saja tetapi BPN tetap mengakomodir permasalahan tersebut dan menyelesaikan dengan kepemilikan tanah. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.