Kerabat Kesultanan Kukar Mengaku tak Melindungi Illegal Mining

oleh -202 views
Awang Yacob Luthman.

BERITAKALTIM.CO- Sekretaris Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Awang Yacoub Luthman memastikan tidak ada keterkaitan kelembagaan maupun kerabat kesultanan dengan praktik illegal mining yang marak terjadi di Kutai Kartanegara.

“Kami tidak melindungi. Sudah menjadi tugas pemerintah dan kepolisian menertibkan illegal mining. Kami dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tidak mendukung praktik illegal yang sudah pasti merusak lingkungan,” kata Awang Yacoub Luthman, Rabu (12/1/2021).

Ramai diberitakan saat ini sedang berlangsung kegiatan penambangan batu bara secara illegal di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penambangan liar dalam skala besar diduga mendapat dukungan sejumlah pihak, termasuk oknum aparat hukum, oknum pemerintah dan oknum organisasi. Namun Awang Yakub memastikan hal itu tidak termasuk lembaganya.

Menurut Awang, illegal mining bisa ditindak oleh aparat di daerah. Dia menyesalkan adanya statemen dari Pemprov Kaltim yang menyebutkan masalah tersebut wewenang pemerintah pusat.

DUKUNGAN JETTY LIAR

Dukungan terhadap illegal mining didorong juga adanya dermaga batu bara (Jetty) di sepanjang Sungai Mahakam. Jetty-jetty ini juga dicurigai sebagian besar tidak memiliki izin. Tiga jetty di antaranya ada di kawasan Desa Jongkang, Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Wartawan Beritakaltim di Tengarong memastikan dermaga batu bara masih beroperasi sampai hari Rabu (12/1/2021). Dermaga itu digunakan untuk mengumpulkan hasil galian batu bara di areal-areal tanpa izin, yang akrab disebut areal koridoran.

“Masih beroperasi Pak,” lapor Wartawan yang memotret kegiatan di jetty-jetty yang diduga tak memiliki izin itu.

Sebelumnya Polda Kaltim melalui Kadiv Humas Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihak kepolisian menaruh perhatian serius terhadap praktik illegal mining. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satkrimsus.

Laporan adanya jetty-jetty tanpa izin diterima beritakaltim dari kalangan aktivis mahasiswa yang melakukan investigasi. Jetty-jetty itu menjadi tempat penampungan batu bara yang eksploitasinya dilakukan secara liar di kawasan Sebulu Modern, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Setelah dikumpulkan di areal jetty, batu bara dimuat ke atas tongkang (ponton) dan dibawa sampai muara Sungai Mahakam. Di Muara Sungai yang masuk Selat Makassar, sudah menunggu vessel yang mampu mengangkut batu bara besar-besaran. #

Wartawan: Hardin

No More Posts Available.

No more pages to load.