Kerjakan Infrastruktur Jalan Tering – Ujoh Bilang, Pemprov Gandeng TNI

oleh -2.235 views
Dadang Irwan Hassan, Sekretaris Dinas PUPR Kaltim (Kiri) dan Abdurahman, Kepala Sub Bidang Umum.

BERITAKALTIM.CO- Pemprov Kalimantan Timur tetap memprioritaskan pembangunan jalan provinsi dari Tering Kabupaten Kutai Barat sampai Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu. Kedua jalan itu masuk dalam anggaran APBD hasil refocussing tahun 2020 dan pengerjaannya melibatkan kerjasama dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Kerjasama dengan TNI, ditempuh Gubernur Kaltim Isran Noor untuk pekerjaan yang geografisnya memang sulit dijangkau. Jalan dari Tering ke Ujoh Bilang sepanjang 133 kilometer misalnya merupakan daerah pedalaman yang sulit dijangkau oleh kendaraan. Begitu juga dari Ujoh Bilang ke Long Bagun dan Long Pahangai.

Saat ini badan jalan kedua proyek itu sudah ada. Hanya saja, menurut Dadang Irwan Hassan, Sekretaris Dinas PUPR Kaltim ditemani Abdurahman, Kepala Sub Bidang Umum, kondisinya masih belum layak dilewati kendaraan.

“Jadi badan jalannya sudah ada. Kemudian Pemprov bersama TNI kerjasama menata jalan agar lebih layak dilewati kendaraan,” ujar Dadang Irwan Hassan kepada beritakaltim.co.

Menurut Dadang, Pemprov Kaltim konsen dalam pembangunan kawasan pedalaman sampai perbatasan. Hal itu bisa dilihat dari anggaran yang dialokasikan ke proyek infrastruktur tidak mengalami perubahan drastis.

Masing-masing proyek infrastruktur hanya dikurangi Rp 2 miliar dari alokasi dana awal sebelum ada refocussing. Semula anggaran untuk jalan dari Tering ke Ujoh Bilang dialokasikan Rp62 miliar, tapi setelah ada instruksi gubernur tentang pemotongan semua anggaran, pembangunan jalan Tering – Ujoh Bilang anggarannya menjadi Rp60 miliar. Begitu juga jalan lanjutan dari Ujoh Bilang ke pedalaman Long Bagun dan Long Pahangai yang dialokasikan Rp14 miliar menjadi Rp12 Miliar.

“Kami Dinas PUPR tentunya menyesuaikan dengan visi dan misi Pak Gubernur, yaitu Kaltim Berdaulat. Pembangunan infrastuktur di perbatasan dan pedalaman adalah membuka akses masyarakat dengan tujuan membawa kemajuan bersama,” ujar Dadang Irwan Hassan.

Sistim kerjasama membuka akses jalan dengan TNI bukan baru pertama kali dilakukan Pemprov Kalti. Bahkan sejak zaman Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, ada sejumlah proyek terkait membuka akses di pedalaman dan di perbatasan dengan menggandeng TNI. Sejak tahun 2016 silam, proyek yang dikerjakan bersama TNI khususnya zeni tempur TNI AD Kodam VI Mulawarman seperti infrastruktur jalan, jembatan dan lapangan terbang perintis.

Tercatat yang pernah dikerjakan adalah Lapangan Terbang Long Apung di Malinau, Long Bawan di Nunukan dan Datah Dawai di Kutai Barat. Kemudian membangun lapangan terbang Long Apari di kawasan perbatasan Kabupaten Mahulu. #

Wartawan : Charle | Hardin

No More Posts Available.

No more pages to load.