Kisah Aktivis Antimasker yang Kini Lemah Terpapar Virus Korona

oleh -558 views
M Yunus Wahyudi, seorang aktivis antimasker dari Banyuwangi yang kini terpapar virus korona.

BERITAKALTIM.CO- Inilah kisah M Yunus Wahyudi, seorang aktivis antimasker dari Banyuwangi yang getol mengkampanyekan tidak ada virus Korona. Dia kini terpapar positif COVID-19 dan tubuhnya lemah dalam perawatan karantina.

Yunus menjadi tersangka lantaran perbutannya menyebarkan berita hoaks di media sosial. Dia ketahuan menyebarkan kabar bahwa di daerahnya, Banyuwangi, tidak ada virus korona. Yunus juga berbuat nekat melakukan penjemputan paksa jenazah positif Covid-19 dari rumah sakit Banyuwangi.

Karena perbuatannya itu, Yunus ditahan polisi sejak 14 Oktober 2020 lalu. Dia terjerat pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU No 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kini Yunus sudah mulai disidangkan. Majelis Hakim memintanya pindah dari tahanan Polsek Giri ke Lapas Kelas II A Banyuwangi. Nah, setelah beberapa bulan di dalam sel tahanan itu rupanya Yunus tertular virus Korona, sehingga harus dirawat khusus di ruang isolasi RSUD Blambangan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Lestariono, Yunus diketahui terpapar COVID-19 setelah dilakukan rapid antigen dan diteruskan hasil swab. Dia sejak 1 April lalu diisolasi.

Untuk penanganan pria yang biasa dipanggil Rio ini, sesuai dengan standart tahanan, yaitu harus dijaga ketat oleh petugas penjaga selama 24 jam.

“Kita pisahkan dengan pasien lainnya, Yunus di dalam satu ruangan hanya sendirian dan untuk penjagaan ada dua orang petugas keamanan yang standby di depan ruangan,” ungkap dr Widji.

Sejak terdeteksi positif COVID-19 kondisi Yunus memang masih lemah. Bahkan, Yunus tidak mau makan dan mengeluh ada sesak napas yang dirasakannya.

“Kami melakukan penanganan secara optimal kepada pasien. Kami harap keluarga juga mensuport doa kepada pasien, agar kondisinya segera cepat sembuh. Sesak napas dan meriang. Sudah kami rawat di ruang isolasi RSUD Blambangan Banyuwangi,” tuturnya.

Entahlah, sekarang apakah Yunus masih tidak percaya soal virus korona yang berbahaya dan telah membuat pandemi di seluruh dunia. #

Wartawan: le