Komisi III Bentuk Tim Pengendalian Atasi Kenyamanan Pasar Pandasari

oleh -122 views
RDP Komisi III Bersama Lintas Komisi dan Lintas Sektor Membahas permasalahan fasilitas umum Pasar Pandansari.

BERITAKALTIM.CO- Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lintas komisi dan lintas sektor OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait fasilitas umum jalan raya di Pasar Pandan Sari.

Rapat dengar pendapat ini dipimpin oleh Seketaris Komisi III DPRD Balikpapan Ali Munsyir di ruang gabungan rapat DPRD, sebagai tindak lanjut dari Sidak (inspeksi mendadak) anggota Komisi III.

Sidak waktu itu terkait fasilitas umum yang dipergunakan pedagang kaki lima berjualan di sepanjang jalan Pasar Pandansari Balikpapan Barat.

Beberapa bulan lalu telah dilakukan penertiban, namun faktanya kini tatanan Pasar Pandansari kembali kumuh dan semrawut. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali menggelar barang dagangannya di fasilitas umum.

Sekretaris Komisi III Ali Munsyir menjelaskan perihal rapat dengar pendapat ini. Pada tanggal 19 Desember 2019 sudah ada berita acara kesepakatan untuk melakukan penertiban dan telah ditertibkan.

Adanya pandemi covid-19, petugas yang berada di Pasar Pandan Sari tidak konsentrasi untuk melakukan penertiban di pasar karena ada pembatasan-pembatasan tentang protokol kesehatan.

“Disituasi pasar yang tadinya tertib kembali menjadi kacau. Fasilitas umum yang merupakan jalan tidak bisa dilewati. Inilah yang menjadi masalah, ” ujar Ali Munsyir.

Dijelaskannya, dalam hal ini Dinas Perdagangan dan UPT Pasar Pandansari tidak bisa mengendalikannya.

“RDP kita lakukan dengan lintas komisi dan OPD untuk mengembalikan situasinya kembali normal karena sangat mengganggu,” harapnya.

Ditambahkannya, jika situasi pasar Pandan Sari seperti ini bisa berdampak pendapatan pasar akan mengalami penurunan dikarenakan pedagang memilih berjualan di luar pasar Pandansari.

“Jika berjualan di luar tidak ada yang membayar restribusi, yang membayar hanya pedagang di dalam pasar.
Pedagang yang berjualan diluar dia bayar katanya kepada Oknum tetapi kita tidak tahu,” tegasnya.

Terkait solusi yang dilakukan, dia mengatakan, agar pasar Pandansari kembali fungsinya maka diperlukan kerjasama secara bersama akan dibentuk tim pengendalian.

“Ya, dibentuk satu tim pengendalian yang dinaungi dinas perdagangan atau UPT pasar dibantu oleh Camat, Satpol PP Dishub. Dan diharapkan bekerja terus menerus hingga kembali normal, ” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Perdagangan Rudianto mengemukakan, akan komitmen dengan hasil kesepakatan rapat dengar pendapat ini.

“Komitmen untuk menyeselesaikan bersama sektor sektor lainnya. Sebulan ini memperbaiki kenyamanan bagi para pedagang dan pembeli yang ada di pasar Pandan sari, ” urainya seusai RDP.

Terkait permasalahan pedagang di luar Pasar Pandansari, ia menyampaikan jika pedagang di luar bukan wewenang kita.

“Saya tidak mengetahui berapa jumlahnya karena bukan wewenang kita,” katanya.

Ditanya terkait PKL yang berjualan apakah sudah ada tempat relokasinya, ia mengatakan tidak mengetahuinya tetapi untuk pedagang yang berjualan di luar pagar sudah mempunyai lapak di atas.

“Kita komitmen pada rapat bulan desember lalu, untuk sekarang dalam sebulan kita komitmen membenahi kenyamanan, ” pungkasnya. #

Wartawan: Thina