Komunitas Relawan Sukses Sulap Limbah Organik Menjadi Cairan Serbaguna

oleh -210 views
Ketua REEI Balikpapan Berikan Testimoni Eco Enzyme kepada UPTD TPA Manggar Balikpapan Timur

BERITAKALTIM.CO- Sampah rumah tangga organik seperti sisa sayur atau sisa buah-buahan bercampur dengan nasi sisa kerap mengganggu indera penciuman. Terlebih ketika tumpukan sampah itu berada di sudut perkotaan atau lingkungan pedesaan.

Sekelompok relawan Eco Enzyme Balikpapan berinovasi untuk memanfaatkan sampah organik menjadi eco-enzyme yang bermanfaat bagi lingkungan.

Daniel Kaban Ketua Relawan Eco Enzyme Indonesia ( REEI) Balikpapan mengatakan, tergerak hatinya untuk memanfaatkan sisa sampah organik untuk dibuat Eco enzyme.

Menurutnya, Eco Enzyme adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik. Dari proses fermentasi ini, dihasilkan sekitar 2.000 enzim yang bermanfaat bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

” Saya mempraktikkan pengolahan eco-enzyme dengan memanfaatkan sampah organik di rumah.Sampah organik itu berupa sisa sayuran, kulit buah, apapun yang organik, kemudian ketika mengolahnya,” kata Daniel awak media Beritakaltim.co  di TPA Manggar Balikpapan Timur, Jumat (5/3/2021).

Dalam mengolah sampah organik menjadi larutan eco-enzyme, Dirumuskannya menggunakan satu bagian gula, tiga bagian sampah organik, dan 10 bagian air. Campuran itu kemudian diwadahi di dalam sebuah kemasan yang tertutup rapat. Ramuan itu lantas didiamkan selama tiga bulan. Setelah panen, cairan tidak berbau busuk layaknya sampah organik yang dibiarkan menumpuk.

Sebaliknya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai obat luka bakar, obat alergi, sampo, pembersih lantai, hingga pembersih udara dan penjernih aliran air sungai. Atiek mengatakan makin lama proses fermentasinya, makin manjur khasiat eco-enzyme yang dibuat.

“Kegelisahan masyarakat untuk menyelamatkan bumi ini terjawab dengan eco-enzyme. Kalau dilakukan oleh banyak orang, bisa mengatasi permasalahan sampah organik yang turut menyumbang gas rumah kaca,” ucapnya.

Setelah mempraktikkan pembuatan eco enzyme dan mengetahui manfaatnya, Dirinya mengandeng relawan masyarakat yang bersedia bergabung untuk turut menyebarluaskan ilmu pembuatan eco-enzyme.

Saat ini para pegiat komunitas Eco Enzyme Indonesia sedang mempersiapkan penelitian dan pengembangan. Para pakar akan berkumpul untuk mengembangkan fungsi eco-enzyme melalui berbagai penelitian.

Tak hanya menggandeng masyarakat umum, komunitas ini juga menggandeng para petani untuk menggunakan eco-enzyme sebagai pengusir hama, penjernih air irigasi dan pupuk. Sisa eco-enzyme berupa sampah organik yang lapuk pun juga bisa digunakan sebagai pupuk organik.

“Ke depan kami juga akan ajak para anggota sosialisasi ke petani, membawa hasil panen eco-enzyme mereka untuk dituangkan ke sungai sebagai penjernih air,” pungkasnya.  #

Wartawan: Thina