Kudeta Partai Demokrat, Mahfud Menganggap Itu Isu Aneh

oleh -254 views
Mahfud MD, Menko Polkam.

BERITAKALTIM.CO- Menkopolhukam Mahfud MD ikut menanggapi tuduhan Partai Demokrat mau “dikudeta” Jenderal Purn Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan.

“Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui,” tutur Mahfud MD dalam cuitannya di akun pribadi twitter, Selasa (2/2/2021) pagi.

Kader-kader Partai Demokrat sejak Senin kemarin beraksi melemparkan isu tersebut. Bahkan ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Intinya, seperti diutarakan beberapa orang kadernya; ada upaya untuk mengkudeta kepemimpinan AHY sebagai ketua umum. Mereka menyebut nama Jenderal Moeldoko dan menuding ada restu dari Presiden Joko Widodo.

Moeldoko sendiri sudah membantah adanya keinginan pihaknya mengambilalih Partai Demokrat. Dia mengakui adanya kader-kader dan pengurus Partai Demokrat yang mendatangi rumahnya dan menyampaikan masalah partai tersebut kepadanya. Moeldoko mengaku mendengarkan, tapi bukan berarti dia punya keinginan menguasai partai tersebut.

Sementara Mahfud MD yang namanya terikut-ikut ‘tersambar’ isu kudeta Partai Demokrat juga sudah membantahnya. Pada tweet kedua, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan dalam era sekarang di mana demokrasi sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat, jabatan Menko tidak bisa digunakan dan tidak laku untuk memberi restu-restunya seperti itu.

“Di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti PD bisa dikudeta seperti itu. Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid. #

Wartawan: Charle