Kuota Semen Kaltim Harus Ditambah

oleh -1.235 views

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Sejak September lalu, kelangkaan semen kembali menimpa Kalimantan Timur khususnya di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, kalaupun ada ALI HAMDIharganya melonjak tinggi. Trend jelang akhir tahun ini salah satunya disebabkan akibat tingginya permintaan pasar.

Sampai awal oktober ini di Samarinda saja rata-rata harga semen sudah mencapai Rp 75 ribu/sak dari harga nomalnya Rp 60-63 ribu/sak.
“Mulai September, harga semen terus melonjak, kondisi ini diperkirakan akan terus merangkak naik hingga puncaknya Desember mendatang dan berakhir normal pada awal tahun mendatang,”kata Ali.
Ali mengatakan kebutuhan semen di Kaltim mencapai 1.068.000 ton per tahun atau sekitar 90.000 ton per bulan. Kondisi tersebut dinilai masih kurang untuk memenuhi lonjakan pembangunan infrastruktur di Kaltim.

“Sekedar gambaran, saat ini ada tiga pabrik yang memberi suplai pasokan semen di Kaltim yaitu Semen Indonesia, Semen Bosowa dan Tonasa. Tingginya permintaan semen di Kaltim khususnya Balikpapan dan Samarinda, sering kali terjadi dan memicu kelangkaan semen. Pasokan semen tidak seimbang dengan kebutuhan,”ucap Ali.

Politisi asal PKS itu menjelaskan bahwa sudah beberapa tahun terakhir pemerintah daerah giat dalam membangun infrastruktur dan belum lagi ditambah dengan banyaknya proyek perumahan, hotel hingga pembangunan paska kebakaran.

“Pembangunan dan pemeliharaan jalan saja sekarang menggunakan coran semen, dan maraknya terjadi kebarakan beberapa bulan terakhir juga membuat banyak andil lonjakan permintaan semem. Harus ada solusi segera dari pemerintah,” tegas Ali

Pihaknya, meminta kepada pemerintah daerah agar segera melakukan koordinasi dengan kadin dan pihak-pihak terkait termasuk kepada perusahaan semen baik yang sudah ada pabriknya di kaltim maupun yang belum.

Pasalnya, untuk proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah pasti akan mengalami kerugian, apalagi masyarakat biasa yang dalam proses membangun rumah.(adv/bar/dhi)