Kutuk Ucapan Edy Mulyadi, Sapma Pemuda Pancasila: Jaga Kondusifitas

oleh -18 Dilihat
SAPMA PP Kota Samarinda saat melakukan pengkaderan.

BERITAKALTIM.CO- Pengurus Wilayah Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila Kalimantan Timur (PW SAPMA PP Kaltim) mengutuk keras pernyataan Edy Mulyadi terkait komentarnya dalam sebuah konferensi pers yang ditayangkan di kanal youtube Edy Mulyadi.

Wakil Ketua Bidang Ideologi, Politik dan Kebangsaan Asbar menjelaskan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Edy Mulyadi terkait penolakan IKN baru merupakan statemen yang kontra produktif.

“Kita ini negara demokrasi, maka Edy Mulyadi, dan siapapun punya hak untuk menolak. Mereka berhak untuk berpendapat. Tetapi yang disayangkan jika pendapatnya justru bias dari persoalan yang sebenarnya,” ujarnya. Minggu (23/1/2022).

Selain itu, Asbar mengatakan bahwa Edy Mulyadi sebaiknya fokus dengan alasan penolakannya tanpa komentar yang justru memunculkan masalah baru.

“Jika komentar Edy seperti itu, kita jadi mempertanyakan alasannya menolak pemindahan IKN. Jangan sampai komentar tersebut tujuannya memang untuk memperkeruh suasana,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Wilayah Sapma PP Kaltim Jerin. Menurut Jerin, komentar dari Edy Mulyadi sangat tidak mendasar, dan justru menyakiti hati masyarakat Kalimantan, khususnya Kaltim.

“Kaltim sejauh ini telah memberikan kontribusi kepada negara. Sangat tidak layak jika Edy Mulyadi dan kawan-kawannya menyampaikan hal yang menghina kami warga Kalimantan Timur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jerin menekankan bahwa PW Sapma PP Kaltim mengutuk keras terkait pernyataan tersebut. Meski demikian, dirinya berharap agar kondusifitas tetap terjaga. Dirinya meminta agar masyarakat tidak terprovokasi perihal yang disampaikan oleh Edy Mulyadi.

“Pernyataan Edy ini termasuk ujaran kebencian. Jadi, sudah selayaknya PW Sapma Kaltim menuntut agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti pernyataan tersebut sesuai dengan uu yang berlaku,” timpalnya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.