Lagi, Kutim Tambah Satu Pasien Positif COVID-19 dan 1 PDP Karyawan Perusahaan

oleh -121 views
Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani.

SANGATTA, beritakaltim.co- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) melaporkan, Kamis (25/6/2020) ada penambahan satu kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Kepala Dinkes Kutim dr Bahrani Hasanal memberikan keterangan terkait terpaparnya pasien dimaksud.

“Pasien adalah KTM 46, laki-laki berusia 13 Tahun. Kasus merupakan pelajar yang sedang berlibur ke Sanggatta bersama kedua orang tuanya. Pasien dari Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar),” bebernya dalam rilis pers via medsos instagram @dinsoskutim.

Pasien diketahui memiliki riwayat demam satu hari. Setelah minum obat tidak lagi demam. Tapi karena ingin kembali ke kampung lewat kapal laut, pasien akhirnya melakukan pemeriksaan rapid test, hasilnya reaktif. Pada 18 Juni dilakukan swab pertama dengan hasil negatif, berikutnya 22 Juni swab kedua dengan hasil positif.

“Akhirnya 25 Juni dinyatakan positif COVID-19. Pasien masuk wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga,” jelasnya.

Lebih jauh, Bahrani mengutarakan tidak hanya satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19, data hari ini ada juga terdapat penambahan satu kasus PDP (Pasien dalam Pengawasan). Yaitu laki laki 38 tahun adalah karyawan perusahaan. Pada 1 Juni, pasien kembali ke Kaltim melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikapapan dari Surabaya. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Bengalon. Pasien kemudian melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di mess karyawan perusahaan.

Selama melakukan isolasi mandiri yang bersangkutan tidak mengalami keluhan atau gejala apapun. Saat menjalani masa isolasi pasien sempat berpindah mess selama masa isolasi. Pasien melakukan kontak dengan teman-teman yang ada di mess karyawan yang sama dengan pasien. Selesai masa isolasi mandiri muncul keluhan batuk dan demam.

Pada 16 Juni pasien berobat jalan ke klinik satelit PKT Bengalon, tidak ada perubahan, sehingga pasien harus dirawat di klinik tersebut selama dua hari. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Medika Sangatta karena kondisi pasien tidak membaik. Sebab muncul keluhan sesak, kemudian dirujuk ke RSUD Kudungga dengan status pdp+pneumonia, rapid tes non-reaktif (Bengalon).

“Sudah dilakukan swab dua kali dan menunggu hasil masuk wilayah kerja Puskesmas Sepaso,” ujar Bahrani.

Hingga kini update data persebaran pandemi COVID-19 di Kutim per 25 Juni, total PDP mencapai 74 kasus dengan konfirmasi 46 Kasus (sembuh 30 dan meninggal dunia 1), negatif 26 kasus, proses 2 kasus. Total ODP 578 kasus, selesai pemantauan 567 kasus, dalam pemantauan 11 kasus, total OTG 627 kasus, total PP monitoring 10.723 kasus, selesai pemantauan 10.067 kasus, dan dalam pemantauan 938 kasus. (hms13/hms3)