Larangan Mudik Balikpapan, Banyak Kendaraan Disuruh Putar Balik

oleh -921 views
Salah satu penyekatan di kota Balikpapan dilakukan di Jl. Soekarno Hatta KM 17, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.

BERITAKALTIM.CO- Aturan pengetatan pelarangan mudik lebaran telah diberlakukan  hingga 17 Mei 2021 mendatang. Salah satu penyekatan di kota Balikpapan dilakukan di Jalan Soekarno Hatta KM 17, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.

Selama periode larangan tersebut, masyarakat dilarang melakukan mobilisasi dengan moda transportasi apapun. Larangan ini, ditetapkan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus corona COVID-19 di Kota Balikpapan, jelang Hari Raya Idul Fitri.

“Sampai saat ini masih ada beberapa kendaraan yang kami suruh putar balik, dari arah Kota Balikpapan maupun dari arah Kota Samarinda,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Herry Kuswara kepada awak media, Senin (10/5/2021).

Ia menjelaskan, bukan karena mau mudik tapi, melainkan tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagian besar tidak mengunakan masker. Sedangkan kendaraan dari arah Kota Samarinda rata-rata membawa surat keterangan non positif Covid-19 karena masyarakat sudah banyak yang tahu.

” Kebanyakan masyarakat yang akan melakukan dinas, mereka membawa surat keterangan tugas dari perusahaan maupun instansi pemerintah setempat,” ucapnya ketika ditemui awak media Beritakaltim.co.

Menurutnya, untuk arah dari Balikpapan penerapan juga sama, rata-rata masyarakat cuma numpang lewat, seperti yang tinggal di KM 23 yang masih termaksud wilayah Kota Balikpapan. Sehingga dalam penerapan larangan mudik ini masih banyak masyarakat yang protes dan menanyakan maksud tujuan dilakukannya kegiatan ini. Tapi kita sudah jelaskan kepada masyarakat bahwa kegiatan ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat, sehingga mereka yang ingin mudik kita suruh balik ke daerah asal.

“Sampai saat ini belum ada pemudik, tapi kebanyakan pekerja yang ingin melakukan tugas ke luar daerah dan juga membawa orang sakit dari arah Samarinda, merupakan warga Kecamatan Samboja, yang ingin berobat ke Kota Balikpapan itu kita persilakan. Karena mereka membawa surat keterangan dari puskesmas daerah asal,” katanya. #

Wartawan: Thina