Lepas Azan Magrib, Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat Akibat Covid-19

oleh -1.003 views
Ustaz Tengku Zulkarnain.

BERITAKALTIM.CO- Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia saat azan Maghrib atau berbuka puasa, Senin (10/5/2021), di RS Tabrani, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Kabar duka disampaikan langsung oleh dr Diana Tabrani, pengelola Rumah Sakit Tabrani.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Ustaz Tengu Zulkarnain,” kata dr Diana Tabrani.

Diana Tabrani mengatakan, Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia usai mencoba melawan virus Korona yang menggerogoti tubuhnya sejak pekan lalu.

Kabar Ustaz Tengku Zulkarnain positif COVID-19 sudah sejak beberapa hari menyebar luas di media sosial. Ia masuk ke RS kita tanggal 2 Mei 2021.

“Benar, ustaz sudah meninggal dunia. Baru saja 1 menit setelah selesai azan Magrib,” kata Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, Senin (10/5/2021).

“Beliau masuk ke RS kita tanggal 2 Mei. Kita berkewajiban siapa saja yang masuk untuk ditangani. Itu sudah jelas perintah Gubernur, kita rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS rujukan. Kita lakukan yang terbaik untuk dirawat,” kata Ian Machyar.

Dia mengatakan Tengku Zulkarnain dalam kondisi stabil saat pertama kali masuk di RS. Menurutnya, Tengku Zulkarnain tidak memiliki penyakit lain.

“Waktu masuk kondisinya positif saja, kesehatan stabil. Tidak ada sakit lain,” katanya.

Tengku Zulkarnain dinyatakan terpapar COVID setelah melakukan swab PCR di RS Tabrani. Saat itu, dia berencana pulang ke Medan, Sumatera Utara.

“Beliau rencana besoknya mau pulang ke Medan. Ketahuan positif karena swab mau pulang ke Medan. Jadi swab untuk perjalanan,” kata Ian.

Namun karena dinyatakan positif dia dirawat di ICU dalam pengawasan dokter yang berwenang. Waktu itu diketahui tidak ada sakit penyerta, hanya positif virus korona saja.

“Keluarga ada di sini dari Medan dan Pekanbaru, jadi yang positif hanya sendiri. Yang perlu digarisbawahi, masuk tanggal 2 Mei bukan tanggal 6 Mei. Bukan melanggar mudik, karena mudik tanggal 6 Mei dilarang. Ini hari ke-8 Mei dirawat,” katanya lagi. #

Wartawan: le | berbagai sumber