Loyalitas Ganjar Pada PDIP Diuji

oleh -322 views
Deklarasi Ganjarist.

Oleh: Nyarwi Ahmad, Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies

Kelompok relawan mendeklarasikan Ganjarist yang merupakan kepanjangan dari Ganjar Pranowo Menuju Indonesia Satu di Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021). Dukungan itu muncul di tengah mencuatnya konflik internal antara PDIP dengan Ganjar Pranowo, meskipun Gubernur Jawa Tengah itu mengaku tidak tahu dengan deklarasi itu.

Terkait dengan fenomena Ganjarist, ada empat hal yang bisa kita baca dibalik fenomena tersebut. Pertama, arus dukungan terhadap Ganjar Pranowo untuk ikut memasuki gelanggang Pilpres 2024 kian menguat dan nyata.

Satu sisi, fenomena ini kian menegaskan bahwa dukungan publik pada sosok Ganjar tidak hanya muncul dari kalangan pemilih biasa, sebagaimana yang sering dipotret dan disampaikan oleh sejumlah lembaga survei. Namun dukungan tersebut juga datang dari kelompok masyarakat kelas menengah yang sangat potensial untuk transformasi menjadi relawan organik.

Dan bukan tidak mungkin, kelompok-kelompok relawan semacam ini akan terus bermunculan pada beberapa bulan mendatang. Kendatipun Pilpres masih sekitar tiga tahun mendatang.Trend ini tentu bukan hal yang baru. Hal yang sama juga pernah kita saksikan dalam fase kemunculan Jokowi, sebagai sosok Capres 2014 lalu.

Kedua, para relawan ini ketika mendeklarasikan diri mereka sebagai Ganjarist. Mereka juga menegaskan diri mereka sebagai Ganjar Fansclub. Ini menunjukkan bahwa Ganjar, sebagai politisi, secara personal memiliki daya magnetis electoral yang cukup kuat dan dipandang sebagai Capres potensial untuk maju dalam bursa Pilpres 2024 mendatang.

Ketiga, adanya deklarasi yang dilakukan oleh para relawan tersebut juga kian menegaskan bahwa bahwa Ganjar memiliki karakter/personality yang menarik. Dia dipandang mampu menawarkan model kerja yang inovatif dan mengembangkan model gaya komunikasi politik yang impresif. Inovasi komunikasi politik Ganjar berbagai jenis media sosial dalam kadar tertentu cukup berhasil mendorong kelahiran Ganjarist ini.

Keempat, adanya dukungan dari kalangan relawan Ganjarist ini membuktikan bahwa tingkat dukungan publik/rakyat yang selama ini terpotret oleh sejumlah lembaga survei bukan lah pepesan kosong. Dukungan tersebut bersifat riil, salah satunya dapat kita lihat melalui para relawan Ganjarist ini. Deklarasi yang mereka lakukan tampaknya, ingin menegaskan bahwa Ganjar merupakan sosok yang tidak hanya potensial menjadi Capres 2024 mendatang, namun juga memiliki dukungan elektabilitas ‘genuine’/murni dari rakyat.

Dalam perspektif marketing politik, adanya dukungan dari barisan relawan, seperti Ganjarist ini, tentu saja memberikan dampak positif bagi Ganjar Pranowo. Daya ekspansi elektabilitas Ganjar juga bisa makin meluas, tidak hanya terbatas di wilayah Jawa saja. Bukan hanya tingkat popularitas dan elektabilitas Ganjar yang potensial meningkat. Namun, daya tawar Ganjar sebagai salah satu sosok Capres potensial 2024 ini juga bisa kian ‘makin mahal’. Jika dukungan semacam ini terus mengalir,‘Ganjar akan makin bersinar’.

Kendati demikian, Ganjar juga harus lebih hati-hati dalam menyikapi tuntutan relawan tersebut. Di sini loyalitas sosok Ganjar pada PDIP dan pimpinan partai kian diuji. Di tengah kondisi tersebut, Ganjar perlu terus menunjukkan dirinya sebagai ‘petugas partai’ yang baik. Dia juga perlu memaksimalkan kualitas komunikasi politik dengan internal dengan para kader PDIP dan juga DPP PDIP.

Kemampuan Ganjar dalam mengelola kedua hal tersebut akan menentukan sejauh mana dia memiliki peluang untuk dicalonkan dalam Pilpres 2024 mendatang. #