Mahasiswa Demo Menolak UU Minerba dan Minta Kapolda Usut Illegal Mining

oleh -1.311 views
Aksi mahasiswa menolak UU Minerba di depan Gedung DPRD Kaltim, Senin (6/7/2020).

SAMARINDA, beritakaltim.co- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) melakukan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Kaltim.

Dijaga ketat oleh petugas kepolisian,  massa aksi melakukan orasi ilmiah secara bergantian dari masing-masing perwakilan organisasi mahasiswa yang bergabung.

Koordinator lapangan, Nurharyani mengatakan, nasib ekonomi Kalimantan Timur sudah terlanjur bergantung pada sektor tambang batu bara, namun belum bisa menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Sampai hari ini banyak kemiskinan yang ditinggalkan oleh perusahaan tambang batu bara, belum lagi masalah lingkungan yang sudah terlanjur rusak oleh aktivitas tambang,” ujarnya dalam orasi. Senin (6/7/2020).

Selain melakukan orasi, masa aksi membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang berisi berbagai tuntutan yang mereka bawa.

Adapun tuntutan Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat yakni, Cabut UU Minerba nomor 3 tahun 2020, Moratorium izin tambang dan setop keluarkan IUP (Izin Usaha Pertambangan) di Kaltim.

Kemudian; pulihkan Kaltim dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan, hentikan dan tindak tegas tambang ilegal di Kaltim, transparansi dana jaminan reklamasi dan pasca tambang di Kaltim, bentuk Satgas tambang yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Para mahasiswa juga meminta DPRD Kaltim dan pemerintah provinsi Kaltim membentuk tim untuk menolak UU Minerba.

Dalam orasinya juga, Nurharyani meminta kepada Polda Kaltim terkait maraknya tambang ilegal di Kaltim serta keterbukaan dana reklamasi paska tambang.

“Kami meminta kepada pemerintah agar transparan dalam pengelolaan dana reklamasi pasca tambang serta meminta kepada Kapolda untuk mentertibkan maraknya tambang ilegal di Kaltim. #

Wartawan: Heriman