Mahasiswa Unmul Tuntut Uang Kuliah Gratis

oleh -142 views
Saat mahasiswa Unmul aksi damai ke Rektorat menuntut uang kuliah gratis.

BERITAKALTIM.CO- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Mulawarman menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu utama Gedung Rektorat, Selasa(12/01/2021).

Mahasiswa datang dengan membawa empat  tuntutan, yaitu; Pertama  menolak SK Rektor No 02/KU/2021. Kedua, menggratiskan UKT (uang kuliah tunggal) di Semester Genap. Ketiga, transparansi Anggaran Universitas Mulawarman dan keempat menolak penerapan SPU (sumbangan pengembangan Univeritas).

Humas Aliansi Mahasiswa Unmul, Nur Kholis mengatakan, di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang, pihak kampus masih terus mewajibkan pembayaran UKT secara penuh.

Padahal menurutnya, dengan diterapkannya pembelajaran daring membuat beberapa hak mahasiswa yang harusnya didapatkan jadi tak terpenuhi. Misalnya, penggunaan fasilitas kampus yang masuk ke dalam pembayaran unit cost UKT.

Selalin itu, kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Unmul diakuinya telah melakukan survei ke seluruh fakultas yang ada di Unmul yang diperkirakan mencapai 500 responden. Dan hasilnya mayoritas mahasiswa setuju dengan penggratisan UKT dan sangat terbebani dengan keharusan membayar UKT di tengah pandemi.

“Kondisi perekonomian juga tidak stabil karena pandemi. Beberapa orangtua kami mengalami pemutusan hak kerja (PHK). Ini berarti memenuhi kebutuhan sehari-hari pun jadi sulit, apalagi membayar biaya kuliah,” ungkap Kholis.

Menanggapi hal itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman, Encik Akhmad Syaifudin yang menemui langsung mahasiswa yang sedang berorasi berjanji akan menyampaikan tuntutan Aliansi Mahasiswa Unmul kepada Rektor.  Namun hal itu menurutnya harus dijadwalkan terlebih dahulu secepatnya.

“Rektor Unmul, Prof. Masjaya akan sesegera mungkin menjadwalkan pertemuan bersama mahasiswa. Nantinya, di pertemuan itu mahasiswa bisa menyampaikan poin-poin keberatan. Kami akan melibatkan para ahli tentang apa yang menjadi keberatan para mahasiswa sekalian. Itu yang disampaikan oleh Pak Rektor,” bebernya.

Oleh karena itu, Encik juga meminta kepada mahasiswa agar sesegera mungkin membuat surat kepada rektor untuk bertemu demi menyampaikan kajian-kajian dan pasal-pasal mana saja di dalam SK Rektor Nomor 02/KU/2021 yang menjadi keberatan mahasiswa.

“Kami akan memfasilitasi pertemuan itu. Pak Rektor akan mengatur jadwal sedemikian rupa. Kami akan menunggu surat serta kajian-kajian mana saja yang dianggap memberatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Keuangan, Abdunnur menjelaskan, bahwa SK Rektor Nomor 02/KU/2021 yang dikeluarkan oleh rektor bertujuan untuk meringankan mahasiswa yang terkendala ekonomi dan untuk mahasiswa tingkat akhir.

“Baru mengacu pada Permendikbud Nomor 25/2020. Kami tetap memberikan inisiatif untuk pengurangan UKT. Khususnya untuk mahasiswa yang keluarga atau orangtuanya kurang sejahtera,” jelasnya.

Terkait mengenai Sumbangan Pengembangan Universitas (SPU) dijelaskan Abdunnur bahwa Penerapan tersebut dilakukan di beberapa fakultas seperti Kedokteran, Farmasi, Perikanan, dan Kesehatan Masyarakat. SPU diizinkan berdasarkan Permendikbud Nomor 25/2020, Pasal 1 Ayat 1.

“SPU kembali lagi pada tiap fasilitas. Sebab SPI merupakan dana yang dialokasikan untuk mendukung proses perkuliahan para mahasiswa,” katanya.

Dilanjutkannya, hal tersebut digunakan untuk membantu fakultas dalam hal penyediaan sarana dan prasarana perkuliahan.

“Kebijakannya ditentukan oleh tiap fakultas dan diwajibkan bagi mahasiswa yang diterima lewat jalur mandiri. Jadi pihak rektorat tidak punya andil dalam kewenangannya,” pungkasnya. #

Wartawan : Ahmadi