Malaysia dan Singapura “Lockdown”

oleh -321 views

BERITAKALTIM.CO- Dua negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura telah mengumumkan dilaksanakannya “lockdown” nasional sebagai imbas peningkatan penyebaran virus Korona gelombang ketiga.

Di Malaysia, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan langsung situasi itu sejak 10 Mei hinggga 7 Juni mendatang. Mudik antar negara bagian juga dilarang.

Dikutip dari CNN, kasus harian COVID-19 di Malaysia menembus angka 4.000 pada Senin (10/5/2021). Terdapat 37.390 kasus aktif dengan kematian mencapai 1.700 kasus hingga 10 Mei.

Yassin juga mengingatkan munculnya varian baru dengan laju infeksi lebih tinggi yang dikhawatirkan bakal membebani infrastruktur layanan kesehatan.

Lockdown atau movement control order (MCO) kali ini, berbagai kegiatan berkerumun tidak diperbolehkan. Demikian juga perjalanan dalam dan antar negara bagian, juga dilarang.

Ibadah Idul Fitri dibatasi maksimal 50 orang untuk masjid dengan kapasitas 1.000 orang, dan maksimal 20 orang untuk kapasitas yang lebih kecil. Pembatasan juga berlaku untuk sholat Jumat.

Restoran tidak diperbolehkan melayani makan ditempat, hanya bisa take away atau dibawa pulang. Sekolah masih belum dibuka. Untuk diketahui “lockdown” nasional pertama di Malaysia pernah diterapkan pada 18 Maret hingga 3 Mei 2021.

Sementara di Singapura, Lawrence Wong, Menteri Pendidikan yang menjadi salah satu pimpinan Satgas COVID-19 Singapura mengumumkan pembatasan paling ketat, efektif mulai Minggu (16/5/2021) dan berlaku sampai pertengahan Juni. Pertemuan dibatasi maksimal 2 orang, makan di restoran dilarang sama sekali.

“Ini jelas kemunduran bagi perang kita melawan COVID-19,” kata Lawrence Wong dikutip dari Reuters, Jumat (14/5/2021).

Kebijakan ini akan dikaji ulang setelah dua pekan untuk menentukan apakah perlu penyesuaian. Pada Kamis (13/5/2021), Singapura mengkonfirmasi 24 kasus penularan lokal, tertinggi sejak pertengahan September. Sebagian disumbang oleh klaster Changi.

Menteri Transportasi Ong Ye Kung mengatakan, peningkatan kasus infeksi menyebabkan Singapura sangat mungkin batal membuka kembali travel bubble dengan Hong Kong. #

Wartawan: le