Mandor Sawit Dihabisi dan Dirampok Pasangan Suami Istri

oleh -1.183 views
Pasangan suami istri yang menjadi tersangka pembunuhan mandor kebun sawit.

BERITAKALTIM.CO- Peristiwa berdarah terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan di Desa Tepian Tarap, Sangkulirang, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Seorang mandor berinisial HL, 53 tahun, tewas mengenaskan dengan luka-luka tusukan di perut dan leher setelah uang gaji karyawan dirampok.

Peristiwa itu dibeber jajaran Polres Kutai Timur, Rabu (19/5/2021). Dalam pers rilis dihadirkan juga dua orang pelaku pembunuhan yang ternyata adalah pasangan suami istri berinisial SM (38) dan MS (34). Keduanya mengakui melakukan pembunuhan itu karena dendam kepada korban.

Ceritanya begini. Tersangka SM dan korban HL adalah pekerja di perusahaan kelapa sawit yang sama. Bahkan mereka juga tinggal di barak milik perusahaan. Awalnya SM adalah mandor, namun entah bagaimana ceritanya manajemen menggantinya dengan HL.

Polres Kutai Timur menggelar jumpa pers kasus pembunuhan mandor kelapa sawit.

Sejak pergantian jabatan kepala rombongan alias mandor, SM mulai menaruh kesal karena menduga jabatan HL menjadi penyebabnya. Kekesalan SM bertambah lagi, setelah pihak perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja dan ternyata SM menjadi salah satu yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Kemarahan MS memuncak. Dia mengajak istrinya untuk menghabisi mandor sawit yang dianggap telah menjadi biang kerok dalam keluarga mereka. Skenario disusun, bahkan dengan cara bagaimana agar HL terpikat dengan MS dan bisa berduaan mengajak berhubungan badan.

Tapi rencana itu urung terjadi, sampai akhirnya muncul skenario lainnya. Dalam skenario kedua, MS berpura-pura minta diantar ke barak karena mau menagih. Ternyata tanpa curiga HL bersedia mengantar dengan sepeda motor miliknya.

Saat itu, suami MS yang mengintai dari kejauhan mengikuti dari belakang. Hingga tiba disebuah tempat yang sepi, tiba-tiba MS yang berada diboncengan menarik rambut HL sekuat tenaga, hingga sepeda motor terguncang dan jatuh.

Saat itulah, MS yang telah menyiapkan senjata tajam langsung menghujani perut korban HL. Sempat terjadi perlawanan, namun kemudian datang suami MS dan langsung membantu membantai korban dengan tikaman di perut dan leher.

“Kedua tersangka sudah kami amankan. Sekarang sedang menjalani penyidikan,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko melalui Kasatreskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf, Rabu (19/5/2021).

Tidak hanya membantai korban, kedua pasangan suami istri itu juga mengambil uang yang dibawa korban. Saat itu korban membawa uang gaji untuk pekerja sebanyak Rp77 juta.

Polisi awalnya menerima pengaduan dari perusahaan tentang raibnya HL bersama uang gaji sebesar Rp77 juta. Dari pengaduan itu polisi kemudian mulai melakukan penyelidikan, hingga ditemukannya mayat korban di semak-semak bersama sepeda motor yang dikendarai. Setelah memastikan korban tewas dibunuh, polisi kemudian mengolah data dan mencari pelakunya.

Polisi dengan mudah mengetahu pelaku adalah pasangan suami istri SM dan MS. Keduanya terlacak berada di Desa Mandu Pantai Sejahtera, Kecamatan Sangkulirang dan kemudian berhasil diamankan dari rumah salah satu kawannya. #

Wartawan: IA | sumber: detakkaltim

No More Posts Available.

No more pages to load.