Masih 3.100 Warga Kaltim Menunggu Hasil Laboratorium Covid-19

oleh -507 views
foto ilustrasi. Petugas medis menangani kasus covid-19.

BERITAKALTIM.CO- Memasuki bulan Agustus 2020, tim Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim mencatat masih punya “tunggakan” 3.100 sampel swab yang belum diketahui hasilnya dari laboratorium. Jumlah tersebut masih terus bertambah, beriringan dengan operasi pelacakan (tracing) dan pemeriksaan sample secara mandiri yang dilakukan masyarakat di seluruh Kaltim.

Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak, mengumumkan, sample swab yang dikirim ke laboratorium terus bertambah lantaran adanya operasi swab massal diberbagai daerah. Ditambah lagi dengan swab mandiri yang spesimennya diuji ke laboratorium.

“Penularan Covid-19 sangat cepat. Itu sebabnya perlu tingkat kewaspadaan masyarakat. Untuk memutus mata rantai penularan harus dengan disiplin masyarakat,” ucap Andi M Ishak.

Update 1 Agustus 2020, terdapat 272 suspek yang terjaring oleh Satgas. Sehingga total suspek menjadi 9.543. Dari jumlah itu yang terkonfirmasi positif 1.433 orang dan yang negatif 5.005 orang. Sebanyak 3.100 masih menunggu hasil laboratorium dan 5 yang probable (meragukan).

Sementara data mengenai pasien positif, totalnya sebanyak 1.433 orang, diantaranya 910 dinyatakan sembuh. Kemudian ada 32 orang meninggal dunia dan yang menunggu proses penyembuhan ada 491 orang.

“Beberapa hari ini beberapa laboratorium kita tidak difungsikan, sehingga hasil tes lambat keluar,” ujar Andi M Ishak. Tidak difungsikannya laboratorium karena masa libur hari raya Idul Adha.

Kaltim sudah melakukan uji hasil swab ke laboratorium sendiri. Di Kaltim sudah ada layanan menggunakan PCR di UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, di Jalan KH Ahmad Dahlan Samarinda, RS Pertamina Balikpapan, RSUD AW Syahranie, RSUD AM Parikesit dan RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Hanya saja, meski sudah punya laboratorium sendiri, kecepatan pengujian sample tidak sebanding dengan pengambilan hasil swab. Dibeberapa daerah, Pemkab mulai melakukan tes swab massal yang akhirnya sample menumpuk mengantre menunggu giliran uji laboratorium.

Sebelumnya, hasil swab spesimennya dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Surabaya, Jawa Timur. Warga Kaltim baru menerima hasilnya kembali paling tidak 2 minggu, karena laboratorium di Surabaya juga melayani uji sample dari berbagai daerah.

Namun setelah Kaltim memiliki PCR sendiri, trend peningkatan suspek tinggi sekali. Bahkan sepanjang bulan Juli 2020 lalu, terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 908 orang. Naik 175 persen dibanding pasien positif pada akhir Juni. #le