Massa Aksi Minta Pemerintah Menyatakan Sikap di Mobil Komando

oleh -139 views
Massa pengunjukrasa Undang-undang Omnibuslaw bernegosiasi dengan anggota DPRD Kaltim agar berorasi menyetujui tuntutan mereka dan disampaikan kepada pemerintah pusat, Senin (12/10/2020).

BERITAKALTIM.CO-  Massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) melakukan negosiasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, meminta perwakilan pemerintah dan Dewan untuk dapat menyatakan sikap sesuai pada aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi.

Humas Aliansi Mahakam, Suardi mengatakan pihaknya hanya ingin para pemimpin yang ada di Kaltim, baik itu dari DPRD maupun Pemerintah Provinsi dapat melakukan pernyatakan sikap dan menyampaikan aspirasi ini agar dapat diteruskan pada Pemerintah Pusat.

“Langsung nyatakan sikap di mobil komando kami,” kata Suardi, Senin (12/10/2020).

Bahkan massa aksi menjaminkan keamanan dari para anggota dewan maupun Pemprov ketika menyampaikan aspirasinya nanti di mobil komando.

“Kami jamin seluruh massa aksi tidak ada yang anarkis, bahkan kalau ada yang provokasi aja, kami sendiri yang marahin,” sambungnya.

Mereka melakukan hal demikian, karena langkah yang dilakukan ini memang betul bergerak dengan damai, dan intelektual.

“Pakai akal bukan otot,” tukas Suardi.

Apabila pihak pemerintah tak kunjung mengindahkan keinginan massa aksi, maka mereka akan terus bertahan sampai tuntutan terpenuhi dan disambut dengan perwakilan Pemerintah.

Untuk diketahui massa aksi masih menuntut DPR RI dan Pemerintah mencabut UU Omnibuslaw. #

Wartawan: Heriman