Menentang Pakai Masker, Politisi AS Ini Meninggal Karena Korona

oleh -280 views
Herman Cain, politisi Partai Republik AS.

BERITAKALTIM.CO- Berita ini menjadi peringatan keras bagi orang-orang yang mengabaikan protokol kesehatan yang diserukan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). Herman Cain (74), salah satu tokoh yang tegas menolak penggunaan masker, meninggal dunia akibat virus Korona (COVID-19).

Herman Cain adalah politikus Partai Republik. Dia pernah jadi kandidat calon Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2012 lalu.

Cain mengalami komplikasi dari virus Korona. Associated Press melaporkan, Sabtu (1/8/2020), kabar Cain meninggal disampaikan lewat akun Twitter dan situs resminya.

Cain meninggal pada Kamis (30/7) waktu setempat, setelah dirawat selama beberapa minggu. Tidak diketahui pasti kapan dan di mana Cain terinfeksi COVID-19.

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, Cain menghadiri kampanye kandidat calon presiden petahana AS, Donald Trump, di Oklahoma pada 20 Juni lalu. Cain diketahui menjabat ketua bersama Black Voices for Trump.

Dalam kampanye itu, Cain muncul tanpa menggunakan masker. Cain diketahui salah satu tokoh yang tegas menolak penggunaan masker. Sikap yang sama sebelumnya juga ditunjukkan Trump.

Dalam sebuah foto yang dijepret pada rapat umum itu terlihat Cain tak menggunakan masker. Dia duduk dekat dengan orang lain yang juga tidak mengenakan masker.

Hingga kemudian, lewat akun Twitter-nya, Cain mengabarkan dirinya positif COVID-19 pada 29 Juni. Dia lalu dirawat di rumah sakit 1 Juli karena gejalanya serius.

“Kami tahu ketika ia pertama kali dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 bahwa ini akan menjadi pertarungan yang sulit,” tulis Calabrese di situs webnya, Kamis.

Presiden Trump menyampaikan dukacita lewat cuitannya pada Kamis (30/7). Dia mengatakan sudah berbicara melalui telepon kepada keluarga Cain. Saat memulai konferensi pers di Gedung Putih, Trump pun bicara soal kematian Cain.

“Dia adalah orang yang sangat istimewa … dan sayangnya dia meninggal karena sesuatu yang disebut virus China,” kata Trump, menggunakan moniker yang sering dia anggap sebagai virus Korona baru, yang pertama kali terdeteksi di Cina.

“Kami mengirimkan doa kepada istri Herman, Gloria … Dan saya harus mengatakan, Amerika berduka atas 150.000 orang Amerika yang nyawanya diambil oleh musuh yang mengerikan dan tak terlihat ini,” tambahnya. #