“Menggarap” Pacar di Bawah Umur Sampai Hamil, AH Dibekuk Polisi

oleh -856 views
Tersangka AH bersama petugas yang menangkapnya.

BERITAKALTIM.CO- Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang bersama Jatanras Polda Kaltim melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang diduga melakukan tindak Pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Laki-laki berinisial AH (19) warga Jalan IR. H. Juanda RT. 06 Kel. Tanjung Laut Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang itu ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Sungai Ampal Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan, Selasa (8/6/2021) malam.

Peristiwa itu diketahui oleh pelapor N yang juga Ibu korban setelah mendapat informasi dari seorang teman (saksi) pada Jum’at (23/4/2021) bahwa anaknya sebagai korban telah disetubuhi oleh pacarnya.

Kepada pelapor, Saksi juga mengatakan, bila perbuatan itu telah dilakukan berkali-kali bahkan korban sempat hamil namun telah digugurkan. Atas kejadian itu pelapor merasa keberatan dan melapor ke Polres Bontang.

Kepada Polisi, Pelaku mengaku bila dirinya menjalin hubungan pacaran dengan korban sudah 9 bulan, sebulan kenal Pelaku langsung mengajak korban melakukan hubungan badan yang dia lakukan di sebuah kamar Hotel di Rawa Indah.

Perbuatan persetubuhan itu dia lakukan atas dasar mau sama mau, perbuatan itu sudah sering dia lakukan di rumah pelaku, bahkan pelaku sudah lupa berapa kali, tapi sering melakukan.

Kepada media ini, Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, SIK. MH melalui Kasat Reskrim IPTU Asriadi, SH yang didampingi Kasubbag Humas AKP Suyono membenarkan bila anggotanya telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Dengan di Back Up Jatanras Polda Kaltim, anggota berhasil meringkus Pelaku di di Jalan Sungai Ampal Kel. Damai Kec. Balikpapan Utara Kota Balikpapan.

“Kini telah diamankan di Polres Bontang,” jelas Kasat Reskrim Iptu Asriadi.

Kasubbag Humas AKP Suyono menambahkan, Pelaku merupakan seorang Residivis yang telah menjalani hukuman 3 tahun 8 bulan dalam kasus yang sama. Tiga tahun yang lalu dirinya bebas dari Lapas Bontang.

Terhadapnya dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, jelas Suyono. #

Wartawan: Nur