Menjelang Nataru, Pemkab Kukar Pastikan Stok Persediaan Pangan Aman

oleh -147 views
Haryo Martani S, Kabag Perekonomian Setdakab Kutai Kartanegara.

BERITAKALTIM.CO- Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara mencek kembali stok persediaan pangan. Menurut Kabag Perekonomian Setdakab Kukar Haryo Martani S, dia telah mendapat informasi bahwa menjelang tutup tahun stok makanan di daerah itu aman.

Stok kebutuhan pangan masyarakat di antaranya adalah Sembako, termasuk minyak goreng dan tepung terigu. Hasil koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar memastikan tidak ada masalah dan pemerintah telah siap menyongsong tutup tahun.

“Stok aman. Kami sudah mendapat informasi kepastian persediaan makanan menjelang tutup tahun, tidak ada masalah,” tutur Haryo Martani.

Kutai Kartanegara sendiri saat ini berada dalam status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1. Dengan status tersebut, kondisi di daerah hampir berjalan normal, namun warga tetap wajib menjalankan protokol kesehatan. Adanya rencana pemerintah untuk memberlakukan status PPKM level 3 di seluruh Indonesia, diharapkan juga bisa dipatuhi warga yang merayakan hari Natal maupun Tahun Baru.

Haryo lebih gelisah dengan kondisi stok BBM (Bahan Bakar Minyak) khususnya solar di Kukar dan daerah lainnya di Kaltim. Menurutnya setiap hari terjadi antrian mobil di SPBU, khususnya mobil-mobil besar yang membutuhkan solar.

“Saya dari rumah ke Samarinda ini saja melewati tiga pom bensin. Semua pom bensin ada antrian panjang, mengular, truk-truk menunggu dapat solar,” cerita Haryo.

Menurut Haryo, kondisi tersebut memicu kerawanan. Bukan hanya terjadi kemacetan pengguna jalan raya, tapi juga terjadinya ketegangan lantaran ada sopir yang sudah menunggu lama tapi kemudian pas giliran tidak mendapat bagian. Dia mengatakan, Pertamina sebaiknya memperhatikan masalah sosial yang rawan tersebut.

Informasi tentang kelangkaan solar terjadi di Kaltim, diduga akibat adanya pembelian BBM jenis solar yang tidak semestinya. Solar bersubsidi masih diburu warga, yang kemudian diduga digunakan untuk keperluan kendaraan truk besar dan alat berat di lokasi tambang batu bara. Apalagi di Kaltim sedang marak operasi tambang batu bara secara liar, sehingga mau tidak mau menyedot jatah solar yang semestinya untuk masyarakat daerah. #

Wartawan: hardin | ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.